DPR RI Prihatin Banjir Kaltara

DPR RI Prihatin Banjir Kaltara
Hetifah Sjaifudian, Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim dan Kaltara (dok)
   Tanjung Selor (Antara News Kaltara)  - Hetifah Sjaifudian, Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim dan Kaltara menyatakan  prihatin terhadap kasus banjir yang melanda daerah perbatasan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kemarin.
   "Saya merasa prihatin dengan bencana tersebut, karena masyarakat harus mengungsi." kata Hetifah kepada Antara saat dihubungi Minggu.
   Banjir yang terjadi kemarin, sabtu (1/4), merendam ratusan rumah warga yang bermukim di Desa Labang, Desa Ubol Alung, Desa Panas, Desa Binter dan Desa-Desa lain di Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.
     Bukan itu saja, banjir juga sudah melanda tiga Kecamatan lain di perbatasan Nunukan seperti Kecamatan Lumbis, Sembakung Atulai dan Sembakung.
     Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Pansiangan di Sabah Malaysia, yang mengalir ke Sungai Sembakung dan menyebabkan banjir di empat Kecamatan.
      Hetifah menambahkan Pemerintah Daerah perlu melakukan langkah mendasar dengan berkoordinasi Instansi lain untuk melakukan penanganan dan pencegahan sesegera mungkin.
      "Bupati perlu segera membuat laporan berisi data kondisinya dengan informasi pendukung dari Balai Wilayah Sungai dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kemudian laporan diserahkan ke Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kemendagri dan KemenPU supaya ada penanganan yang lebih mendasar," tegas Hetifah.
     Selain itu, ia pemerintah harus memperhatikan warga yang mengungsi, serta melakukan komunikasi dengan negara tetangga (Pemerintah Malaysia) untuk menjamin ada penanganan dan pencegahan di sisi Malaysia.
      "Karena banjir kiriman dari Malaysia, maka perlu koordinasi dengan negara tetangga.  Terkait dengan warga yang mengungsi, saya juga meminta Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial untuk turun tangan," ujar Hetifah.


Editor:iskandar zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Back to top
Twitter
Facebook
Google Plus
RSS