Fenomena Minimoon di Langit Bulungan

Fenomena Minimoon di Langit Bulungan
Mila Warga Bulungan melihat purnama minimoon (Datiz)
         Tanjung Selor (Antara News Kaltara) - Minimoon atau fenomena bulan kerdil --kebalikan dari Supermoon atau jarak bulan terdekat dengan bumi- kurang menarik minat warga Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
    Dilaporkan di Tanjung Selor, Sabtu bahwa salah satu faktor yang menyebabkan warga tidak begitu perduli dengan fenomena itu karena warga sedang melaksanakan ibadah di Ramadan, yakni Salat Taraweh.
        Faktor lain, kata Mila, salah seorang warga Bulungan bahwa karena cuaca dalam beberapa hari mendung sehingga bulan tertutup awan.
       Bulan purnama terjadi kemarin namun tertutup awan mendung dan hujan rintik-rintik, baru malam ini terlihat pada sekitar 20.00 Wita, Sabtu (10/6).
    Salah seorang siswi SMA I Tanjung Palas itu mengakui gembira bisa dua kali melihat fenomena alam, sebelumnya supermoon pada 2016 dan Minimoon tahun ini.
    Menurutnya tidak ada hal yang signifikan antara besar bulan Minimoon dengan penampakan biasa pada bulan lain.
    Berbeda saat fenomena Supermoon pada 14 November 2016 karena bulan tampak lebih besar serta cahayanya lebih kuat dua kali lipat ketimbang biasa.
        Situs astronomi Earthsky mencatat, jarak bulan pada 9 Juni nanti 406.401 kilometer, 50.000 kilometer lebih jauh daripada saat supermoon pada 25 Mei lalu.Ukuran bulan jika dibandingkan dengan bulan purnama biasa adalah 7 persen lebih kecil. Sementara bila dibandingkan supermoon 14 persen lebih kecil.
      Sinar bulan juga akan lebih redup walaupun sulit untuk disadari. Kurang lebih, peredupan cahaya bulan akibat jarak yang lebih jauh adalah sebesar 15 persen. Fenomena minimoon terjadi karena orbit bulan mengelilingi bumi tak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips.
       Orbit berbentuk elips membuat bulan kadang berjarak lebih dekat dan lebih jauh dari bumi, berpengaruh pada ukuran piringannya.
       Sebelumnya, Supermoon pada 14 November 2016 adalah yang terbesar kedua setelah supermoon 68 tahun yang lalu.Purnama supermoon 2016, kata sejumlah ahli adalah yang terdekat, terbesar, dan paling terang kedua sejak 1948.
       Pada 1948 jarak bulan 356.461 km dari bumi, dan pada 2016 jarak bulan adalah 356.500 km dari bumi. Masyarakat bisa membandingkan antara purnama malam nanti dengan purnama biasanya. Supermoon ini menyebabkan cahaya bulan lebih terang 30 persen dan lebih besar 12 persen karena jaraknya 28.000 Km lebih dekat ketimbang normal.

***4***


Editor:iskandar zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Warning: array_merge(): Argument #1 is not an array in /var/www/html/biro/kaltara/berita.php on line 117
Warning: array_merge(): Argument #1 is not an array in /var/www/html/biro/kaltara/#module/fly.php on line 27
Back to top
Twitter
Facebook
Google Plus
RSS