Gubernur Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung PIP2B

Gubernur Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung PIP2B
IKON KALTARA : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie meletakkan batu pertama, menandai dimulainya pembangunan gedung PIP2B, Rabu (14/6). (dok humas)

Tanjung Selor (Antara News Kaltara) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie berharap, agar pembangunan gedung-gedung di Kaltara mendatang, selain memperhatikan estetika, juga selalu memperhatikan unsur kecermatan. Sehingga pengerjaan gedung memiliki kualitas baik.

Demikian disampaikan gubernur saat melakukan peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan Gedung Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan (PIP2B) di Jl Diponegoro Tanjung Selor, Rabu (14/06). Selain itu, Irianto juga menghimbau agar gedung yang akan dibangun dapat menampung kesanggupan zaman, tanpa mengurangi penampilan arsitektur lokal. Oleh karena itu, lanjutnya, pada aspek perencanaannya harus diperhatikan berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 28 Tahun 2002, serta peraturan lainnya tentang Bangunan Gedung.

“Diperlukan unsur kecermatan. Salah satunya dengan memperhatikan unsur arsitektur lokal, tetapi harus efisien dan efektif. Sehingga pada saat selesai nanti tidak membebani biaya perawatan,” kata Irianto di lokasi pembangunan Gedung PIP2B yang merupakan Eks Balai Pertemuan Umum (BPU) tersebut.

Gedung yang dibangun di atas lahan seluas 2578 meter persegi itu, sebelumnya merupakan bangunan eks BPU milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan yang dihibahkan ke Pemprov Kaltara. Selanjutnya bangunan itu dihibahkan Pemprov Kaltara kepada Dirjen Cipta Karya Kementerian PU untuk dibangun sarana informasi Permukiman dan Bangunan.

Selain itu, Irianto meminta kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkeinginan membangun gedung perkantoran sedianya berpedoman pada UU No 28 Tahun 2002. Sehingga pembangunan kantor tidak asal sesuai dengan standar baku yang telah ditetapkan. “Selain itu, dalam membangun gedung juga dibutuhkan kecerdasan, saya berharap seluruh kabupaten/kota di Kaltara dapat memperhatikannya,” ujar Irianto.

Gubernur juga mengatakan, Gedung PIP2B yang rencananya dibangun 4 lantai ini diharapkan jadimomentum yang membantu proses percepatan pembangunan di Kaltara. Sehingga tidak hanya peran pemerintah dalam berpartisipasi membangun provinsi termuda ini, tetapi juga pihak swasta. “Saya berharap pembangunan gedung ini cepat selesai sehingga segera digunakan,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Bina Penataan Bangunan, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Ir Adjar Prajudi, MCM, MCE berharap, gedung tersebut dapat difungsikan dengan baik. Salah satunya menjadi pusat kegiatan ke-PU-an, khususnya bidang cipta karya. “Saya berharap, pembangunan dapat selesai tepat waktu, tepat anggaran dan berkualitas,” ujar Adjar.

Selain itu, lanjutnya, bangunan PIP2B terdiri dari 4 lantai, yang dinilai akan menjadi salah satu gedung termegah di Tanjung Selor. “Saya berharap gedung ini juga dapat menjadi ikon di Kaltara,” ujarnya singkat.

Editor:Firsta Susan Ferdiany

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Back to top
Twitter
Facebook
Google Plus
RSS