Jakarta (ANTARA) - Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyebut pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki visi yang luar biasa.

Presiden Joko Widodo menerima kedatangan delegasi Tony Blair Institute for Global Change yang dipimpin langsung oleh Tony Blair di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat, membahas pembangunan ibu kota baru Indonesia di Kaltim. 

Baca juga: Jokowi bertemu Blair dan Masayoshi bahas proyek ibu kota baru

"Terima kasih telah menerima tawaran untuk menjadi Anggota Dewan Penasihat relokasi ibu kota. Saya yakin kerja sama yang kuat ini akan lebih lanjut mendukung pembentukan ibu kota yang modern dan ramah lingkungan," kata Presiden Jokowi.

Bersama Tony Blair, hadir pula CEO SoftBank Masayoshi Son. Sebelum pertemuan digelar, ketiganya terlebih dahulu melakukan perbincangan santai di veranda Istana Merdeka.

"Saya pikir kita telah berdiskusi dengan Bapak Tony, Bapak Masayoshi di veranda, tapi saya pikir setelah ini teknis yang akan Anda diskusikan dengan tim saya. Pak Luhut akan bertanggung jawab dalam diskusi tersebut," imbuhnya.

Baca juga: Ada skema "bilateral fund" dalam pembangunan ibu kota baru

Sementara itu, Tony Blair mengaku senang bisa menjadi bagian dari pemindahan ibu kota ini dan memandang bahwa pemindahan ibu kota merupakan visi yang luar biasa bagi Indonesia.

Mantan Perdana Menteri Inggris tersebut menyebut bahwa pemindahan ibu kota juga akan menjadi inspirasi bagi dunia.

"Ini benar-benar kesenangan, hak istimewa sebenarnya, untuk menjadi bagian dari sesuatu yang akan sangat menyenangkan. Saya pikir ini tidak hanya untuk Indonesia tetapi dunia luar juga akan mendapatkan banyak inspirasi dari ini," kata Tony Blair.

Dalam keterangan persnya usai pertemuan, Tony Blair menambahkan bahwa ibu kota baru Indonesia nantinya tidak hanya akan menjadi pusat pemerintahan semata.

Ibu kota baru tersebut menurutnya akan sangat menarik bagi masyarakat untuk datang, tinggal dan bekerja.

Baca juga: Menristek: Ibu kota negara yang baru gambarkan teknologi masa depan

"Ibu kota yang mampu menawarkan dimensi baru bagi perekonomian Indonesia, cara negara itu berkembang, dan menjadi contoh bagi teknologi terbaik, melakukan pembangunan dengan cara yang ramah lingkungan," ungkap Tony Blair.

Sementara itu, CEO SoftBank Masayoshi Son mengatakan bahwa ibu kota baru Indonesia akan menjadi ibu kota pertama di abad ke-21 dengan banyak sentuhan teknologi baru. Mulai dari artificial intelligence, internet of things, hingga teknologi lainnya yang juga ramah lingkungan.

"Jadi saya berharap proyek ibu kota ini akan benar-benar datang untuk membuat orang hidup lebih bahagia," kata Masayoshi.

Baca juga: Pemerintah buka lebar pintu bagi investor masuk ke ibu kota baru

Selain Tony Blair dan Masayoshi Son, dalam pertemuan tersebut tampak hadir juga antara lain, Director Tony Blair Institute for Global Change Catherine Rimmer, CEO Grab Anthony Tan, Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, dan CEO Greensil Lex Greensil.

Adapun Presiden Jokowi tampak didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Selain itu Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Staf Khusus Presiden Fadjroel Rachman.

Baca juga: Menhub sebut bakal ada bandara baru di ibu kota baru
 

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Agus Salim


Pewarta : Redaksi
Editor : Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2024