New York (ANTARA) - Dewan Keamanan PBB pada Rabu mengecam pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise dan meminta semua pihak untuk "tetap tenang, menahan diri dan menghindari tindakan apa pun yang dapat berkontribusi pada ketidakstabilan lebih lanjut."

Dalam sebuah pernyataan, dewan PBB yang beranggotakan 15 negara itu "membuat seruan tegas kepada semua pemangku kepentingan politik di Haiti untuk menahan diri dari segala tindakan kekerasan dan hasutan apa pun untuk melakukan kekerasan."

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) juga menyerukan agar para pelaku pembunuhan presiden Haiti segera diadili.


Baca juga: AS sebut pembunuhan presiden Haiti 'serangan tragis'

Baca juga: Presiden Haiti tewas ditembak

  Tersangka pembunuh Presiden Jovenel Moise, yang ditembak mati Rabu pagi di rumahnya, dan barang bukti ditunjukkan kepada media di Port-au-Prince, Haiti, (8/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Estailove St-Val/aww.

DK PBB akan memperoleh informasi lebih detail tentang pembunuhan Presiden Moise dalam pertemuan tertutup pada Kamis.

Sementara itu, pasukan keamanan Haiti memerangi sekelompok pria bersenjata yang membunuh Presiden Jovenel Moise di rumahnya semalam dan sejauh ini telah membunuh empat "tentara bayaran", kata kepala kepolisian Haiti Leon Charles pada Rabu malam.

"Polisi masih dalam pertempuran dengan para penyerang," kata Charles dalam suatu pengarahan yang disiarkan televisi.

Dia mengatakan bahwa dua orang penyerang telah ditahan. "Mereka akan dibunuh atau ditangkap," ujarnya.

Sumber: Reuters


Baca juga: Indonesia dorong kerja sama pembangunan berkelanjutan ASEAN-Italia

Baca juga: Jelang Olimpiade, Jepang akan tetapkan status darurat Tokyo

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Fardah Assegaf


Pewarta : Redaksi
Editor : Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2024