Tarakan (ANTARA) - Pengusaha menyambut baik adanya penerbangan kargo dari Bandara Internasional Juwata Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menuju Hong Kong, sehingga bisa mengekspor komoditas perikanan unggulan Kaltara ke negara tujuan secara langsung, salah satunya kepiting.

“Kalau kita dari pengusaha lebih bagus ekspor langsung daripada kita lewat Jakarta, Surabaya atau Tawau (Malaysia) kan,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kaltara, Peter Setiawan melalui telepon, Sabtu.

Menurutnya dengan adanya penerbangan langsung ke negara tujuan, ekspor menjadi lebih efisien dan barang yang diekspor lebih cepat sampai serta kualitas produk juga masih segar.

“Kita kan pengusaha ini lebih baik cari yang efisien, cost-nya murah dan lebih cepat sampai tujuan,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, tentu berdampak langsung dengan perekonomian Kaltara, khususnya Kota Tarakan. Karena itu, Peter mengajak para pengusaha yang ada di Kaltara memanfaatkan penerbangan kargo langsung tersebut.

“Intinya mari pengusaha ikut membantu untuk mengisi pesawat yang langsung ke negara tujuan ekspor ini,” ajaknya.

Dengan terisi kargo penerbangan, otomatis kata dia, keberlanjutan ekspor komoditas unggulan Kaltara ke Hong Kong juga terus berlanjut. Sebab, lanjutnya, bukan tidak mungkin ke depan penerbangannya bisa ke negara-negara tujuan ekspor lainnya.

Buyer-nya sekarang kan ke Hong Kong, bukan China ya, nanti kalau bisa ke China lebih bagus. Jadi saya berharap pengusaha-pengusaha di Kaltara bisa memanfaatkan fasilitas pesawat langsung ke tujuan,” tuturnya.

Diketahui, sebanyak 935 ekor kepiting milik PT. Sabindo Raya Gemilang diberangkatkan langsung menuju Hong Kong, Kamis (21/5) dengan total nilai mencapai Rp49.722.112,-.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan ekspor langsung kepiting ini menjadi langkah penting dalam pengembangan pasar ekspor komoditas kepiting asal Kaltara.

Sebab, kata dia, selama ini pengiriman kepiting dari wilayah perbatasan umumnya dilakukan melalui Tawau, Malaysia.

“Dengan ekspor langsung menuju negara tujuan, peluang peningkatan nilai tambah dan daya saing komoditas daerah diharapkan semakin terbuka,” katanya.

Karena itu, tegasnya, BKHIT Kaltara komitmen mendukung peningkatan ekspor komoditas unggulan Kaltara.

“Ekspor perdana kepiting ini menjadi kabar baik bagi geliat perdagangan komoditas perikanan di Kaltara,” ujarnya.

Keberhasilan pelaku usaha menembus pasar internasional, menurutnya menunjukkan bahwa komoditas unggulan Kaltara memiliki kualitas dan potensi yang mampu bersaing di pasar global.

Tentu, lanjutnya, pihaknya yang mengurus perkarantinaan telah melakukan serangkaian tindakan karantina, mulai dari pemeriksaan fisik hingga verifikasi dokumen kesehatan ikan.

Langkah tersebut dilakukan, kata Ichi untuk memastikan kepiting yang diekspor dalam kondisi sehat, aman, dan memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh negara tujuan.

“Ekspor ini bukan hanya tentang pengiriman komoditas, tetapi juga tentang kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk perikanan kita,” tegasnya.

Karena menjaga kepercayaan pasar internasional itulah, lanjut Ichi, Karantina hadir untuk memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan telah memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan sesuai ketentuan negara tujuan.

“Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan karantina yang cepat, tepat, dan profesional agar para pelaku usaha semakin percaya diri memperluas pasar ekspornya,” pungkasnya.
Baca juga: BKHIT Kaltara Dorong Tingkatkan Ekspor Langsung Melalui Laut dan Udara
Baca juga: Tarakan Jadi Pintu Gerbang Ekspor Indonesia Bagian Utara