Diundang Menteri Luhut, Irianto Diskusikan Progres KIPI

id ,

UNDANGAN KHUSUS : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie membicarakan progress investasi di Kaltara dengan Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan di Kediaman Luhut, Kawasan Mega Kuningan Barat, Jakarta, Sabtu (10/11). (dok humas)

Jakarta (Antara News Kaltara) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H
Irianto Lambrie diundang secara khusus oleh Menteri Koordinator (Menko) bidang
Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, untuk membicarakan progress investasi di
Kawasan Industri Kaltara. Banyak hal dibicarakan dalam pertemuan yang
dilangsungkan di kediaman Luhut di Kawasan Mega Kuningan Barat Jakarta, Sabtu
(10/11) malam. Utamanya terkait dengan perkembangan terkini rencana sejumlah
investasi di Kaltara. Yaitu di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional
(KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

Gubernur mengatakan, Luhut yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)
sebagai koordinator percepatan investasi atas kerjasama Indonesia-Tiongkok,
terus memantau perkembangan program ini. Termasuk di Kaltara, yang merupakan
salah satu dari empat daerah yang masuk dalam inisiatif kerja sama dengan nama
'One Belt One Road' (OBOR)-'Belt Road Initiative' (BRI) tersebut. "Malam
ini saya diundang, untuk berdiskusi mengenai perkembangan rencana investasi di
kawasan industri di Kaltara. Utamanya di KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi. Termasuk
juga progress rencana pembangan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Sungai
Kayan," ungkap Irianto usai pertemuan.

Sebagai salah satu agenda dalam rangka menindaklanjuti rencana inisiatif
kerjasama bilateral Indonesia-Tiongkok, kata Irianto, dalam waktu dekat akan
ada pertemuan di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Dikatakan, dalam pertemuan delegasi di Beijing yang akan dipimpin oleh
Menko Kemaritiman tersebut, Kaltara termasuk salah satu yang diundang untuk
ikut serta. "Selain saya melaporkan tentang progress perkembangan rencana
investasi di Kaltara, dalam diskusi bersama Pak Menko tadi, juga dibahas
rencana kunjungan delegasi Indonesia ke Beijing yang akan dipimpin Menko
Kemaritiman," ujarnya.

Gubernur mengatakan, banyak masukan disampaikan oleh Menko Kemaritiman. Di
antaranya, mengenai keinginan agar kawasan industri yang akan dibangun di
Kaltara ini, dibangun secara terintegrasi. Menteri Luhut, kata Gubernur,
meyakini, bila rencana investasi ini terealisasi maka berbagai isu pembangunan
dan perekonomian di Kaltara dapat segera terselesaikan. Seperti, isu lapangan
kerja serta sentra ekonomi. Kaltara juga diyakini, akan menjadi sentra ekonomi baru. Karena ada
listrik, kemudian industri smelter, dan pelabuhan internasional. "Jadi
semua akan dibangun secara terintegrasi," tegasnya. Dengan kebijakan
pembangunan investasi terintegrasi, disamping pembangunan industri, juga perlu
didukung penyediaan infrastruktur pendukungnya pun akan berjalan seiringan. Untuk
diketahui, Kaltara, menjadi prioritas, karena merupakan salah satu dari tiga
mega proyek pertama yang telah disepakati dalam kerja sama bilateral antara
Presiden Jokowi dan Presiden Tiongkok (China) Xi Jinping, melalui inisiatif
kerja sama dengan nama OBOR-BRI antara Indonesia-Tiongkok. Selain Kaltara, tiga
provinsi lain yang masuk dalam program kerjasama OBOR-BRI, adalah Sumatera
Utara (Sumut), Sulawesi Utara (Sulut) dan termasuk Bali.
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar