Langkah Maju untuk Percepatan Industri Smelter di Kaltara

id ,

LANGKAH MAJU : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Dirut PT Inalum (Persero) Budi G Sadikin berfoto bersama usai penandatanganan Addendum MoU percepatan realisasi industri smelter alumina di Kaltara, Sabtu (10/11) di Jakarta. (dok humas)

Jakarta (Antara News Kaltara) -
Rencana investasi PT Indonesia Asahan Alumunium Persero (Inalum) di Kawasan
Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi,
menunjukkan perkembangan selangkah lebih maju. Bertempat di ruang pertemuan
Kantor Perwakilan PT Inalum (Persero) di Jakarta, Sabtu (11/10) lalu, dilakukan
penandatanganan Addendum Nota Kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding)
antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) yang diwakili
Gubernur, Dr H Irianto Lambrie dengan PT Inalum (Persero) yang diwakili
Direktur Utamanya, Budi Gunadi Sadikin.

Gubernur mengungkapkan,
penandatanganan addendum MoU ini, merupakan langkah maju dari upaya percepatan
realisasi industri smelter alumina oleh PT Inalum di Kaltara. "Ada
beberapa hal yang menjadi poin penting pada addendum MoU ini. Tujuannya, untuk
percepatan realisasi investasi PT Inalum di Kaltara," ujarnya.

Salah satu poinnya, sebut gubernur,
luasan lahan yang diperlukan berdasar MoU yang sudah disepakati sebelumnya,
adalah 600 hektare (Ha) di KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi, untuk membangun
kawasan industri. Dalam addendum, dicantumkan tambahan kebutuhan lahan 200 Ha,
untuk keperluan menjadi kawasan permukiman terpadu.

Untuk diketahui, luasan lahan yang
diproyeksikan untuk menjadi kawasan industri di Tanah Kuning-Mangkupadi,
Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan secara keseluruhan seluas 25.000
hektare. Di mana pada tahap pertama, disiapkan seluas 18 ribu hektare.

Berkaitan dengan lahan, gubernur
mengingatkan, semua pihak untuk mengantisipasi adanya tindakan klaim lahan oleh
oknum masyarakat. Karena, menurut evaluasi pihak Pemprov Kaltara, lahan yang
akan digunakan PT Inalum cukup bebas dari masalah klaim lahan.

"Kewaspadaan dini dan persiapan
matang untuk proses pembebasan lahan harus dilakukan. Ini agar investasi tak
berhenti, karena faktor persoalan klasik (lahan) tersebut," tegas Irianto.


Di sisi lain, lanjutnya, ada
beberapa hal yang patut menjadi catatan dan perhatian seluruh pihak terkait. Di
antaranya, Pemprov Kaltara akan selalu mengawal rencana investasi ini hingga
terealisasi. Bahkan, Pemerintah Provinsi juga telah membentuk Tim Khusus yang
akan intensif mengawal, membantu dan memfasilitasi pihak investor agar
Investasinya segera terealisasi.

"Pemprov Kaltara juga membentuk
Badan Pengelola Kawasan yang akan bertugas mengelola penggunaan lahan yang akan
digunakan untuk kebutuhan investasi. Saat ini sedang kita konsultasikan dengan
Kementerian Perindustrian," ujar Irianto.

Gubernur menambahkan, dalam
percepatan realisasi investasi PT Inalum ini, sedianya akan dilakukan
terintergrasi dengan rencana investasi lainnya. Utamanya, dengan pembangunan
pembangkit tenaga listrik yang konservatif, PLTA Kayan.

Menurutnya, ketersediaan listrik
sangat penting. Karena listrik merupakan kunci utama investasi. Utamanya
smelter seperti yang direncanakan PT Inalum. 
Karena industry smelter membutuhkan listrik yang besar. "Makanya
dalam kesempatan ini, kita hadirkan juga pihak PT Kayan Hidro Energi yang akan
membangun PLTA di Sungai Kayan," ungkapnya.

Inalum sendiri, menargetkan produksi
alumina (bahan dasar aluminium) di Kaltara sebesar 500.000 ton pada 2024 dan
akan ditingkatkan hingga 1.000.000 ton per tahun di tahun-tahun berikutnya.

Untuk mencapai target itu, Inalum
sangat mengandalkan pasokan tenaga listrik dari PLTA Kayan yang ditaksir bisa
mencapai 9 ribu megawatt (MW) dari 5 bendungan yang akan dibangun.

Disamping membangun industry, kata
Irianto lagi, pihak Inalum yang kini telah berkantor di Kaltara, juga
menawarkan untuk membangun pelabuhan sendiri. Ini guna memudahkan mereka
mengirimkan hasil industrinya ke industri pengolahan aluminium mereka.

Namun rencana pembangunan pelabuhan
itu, patut memperhatikan juga rencana Pemprov Kaltara yang ingin membangun
pelabuhan internasional di KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi. Selain gubernur dan
Dirut PT Inalum, dalam pertemuan tersebut, turut hadir Ridwan Djamaluddin, Deputi
Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman, Direktur Keuangan
PT Inalum Oggy Achmad Kosasih, Direktur Umum dan SDM PT Inalum Carry Mumbunan,
Direktur Operasi (Plt) Direktur Pengembangan dan Bisnis PT Inalum SS Sijabat.
Termasuk GM Project Manager (Team of Kaltara Project) Dante Sinaga, Sekprov
Kaltara H Badrun, serta sejumlah pejabat terkait di lingkup Pemprov Kaltara. 
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar