Percepat Realisasi KSP, Gelar Pelatihan GIS

id ,

PELATIHAN : Pelatihan GIS gelaran Bappeda Kaltara bekerja sama dengan GIZ yang diwakili oleh ahli GIS Dari Belanda, Dr Robby Wottering di Ruang Pertemuan Lantai 4 Gedung Kantor DPUPR-Perkim Kaltara, Rabu (15/11) (dok humas)

Tanjung Selor (Antara News Kaltara) - Sebagai upaya percepatan realisasi Kebijakan Satu Peta (KSP) di Kalimantan Utara (Kaltara), kemarin (15/11) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Provinsi Kaltara menggelar pelatihan Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis.

Melalui pelatihan ini, dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Pengembangan Wilayah Bappeda-Litbang Kaltara Panji Agung, untuk mendorong penggunaan informasi geospasial dalam pelaksanaan pembangunan.

Panji mengatakan, Pemerintah Indonesia, mempunyai kebijakan bahwa peta-peta di Indonesia harus satu sumber. Dengan tujuan untuk mengurangi kesalahan informasi yang didapat dari pucuk pimpinan kita.

"Tujuan lain dari KSP ini adalah, untuk pembinaan, menciptakan kader masing-masing SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) sebagai unit produksi, serta memproduksi peta tematik sesuai dengan fungsi SKPD-nya masing-masing," jelasnya.

Hal demikian, imbuh Panji, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta. Dalam pelatihan yang diadakan di Ruang Pertemuan Lantai 4 Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara ini, lanjutnya, Bappeda-Litbang bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Yang dalam kesempatan itu, hadir  Dr Robby Wottering, ahli GIS dari Belanda.

Dr Robby dalam materinya, mempresentasikan sekilas mengenai program GIS dan cara mengoperasikannya kepada peserta pelatihan sebelum masuk ke dalam proses pembuatan peta.

Kegiatan pelatihan ini, diikuti dari beberapa perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) dan Bappeda-Litbang Kaltara.

"Pelatihan ini akan berlangsung selama 1 bulan penuh. Sebelumnya juga sudah ada pelatihan yang berlangsung selama 3 bulan. Periode pertama dan kedua sudah selesai dilaksanakan, periode ketiga sedang berlangsung sekarang. Selanjutnya, nanti periode keempat akan diadakan Desember," ulasnya.

Disampaikan juga, dalam pembuatan peta, data dasar peta harus dari Pemprov Kaltara melalui Bapedda-Litbang. Data ini bisa diunduh di portal simtaru.kaltaraprov.go.id. Ke depan, imbuhnya, dalam mengoperasikan program GIS, semua peta akan dikumpul menjadi satu ke dalam server Bappeda. Sehingga semua informasi mengenai peta Kaltara dapat dilihat di portal simtaru.kaltadaprov.go.id. "Itulah yang maksud dari KSP," jelas Panji.

Dia menambahkan, ke depan Bapedda-Litbang Kaltara juga akan membuat portal sendiri, khusus untuk informasi mengenai peta-peta yang berada di Kaltara. Yakni kaltara-geoportal, yang terkoneksi langsung dengan ina-geoportal. "Ina-geoportal ini sendiri merupakan Portal Geospasial Indonesia yang resmi diluncurkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG)," tutupnya.

Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar