Percepat Gerak Pembangunan Wilayah Perbatasan

id ,

KOMPAK : Para delegasi Pertemuan Tingkat Menteri BIMP-EAGA ke-21 berfoto bersama Wagub Kaltara H Udin Hianggio yang mewakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menghadiri gala dinner bagi para peserta pertemuan tersebut di Kayan Hall Hotel Tarakan

Tarakan (Antara News Kaltara) - Pertemuan Tingkat Menteri Brunei-Indonesia-Malaysia-Philipines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-21 yang berlangsung di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), tepatnya di Kota Tarakan, Minggu (3/12) telah memasuki penghujung. Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dengan dihadiri Dato Eryawan Yusof (Menteri dari Brunei Darussalam), Dato Sri Devamany S Krishnasamy (Menteri dari Malaysia), Dato Hj Abdul Dangdal Alonto (Menteri dari Filipina), Ramesh Subramaniam (Menteri dari Asian Development Bank/ADB), dan Dr AKP Mochtan (Menteri dari ASEAN Secretariat/ASEC). Selain itu, juga hadir Datuk Rozman Bin Datuk Haji Isli (Gubernur Perbadanan Labuan, Malaysia), Tun Pehin Sri Abdul Taib Mahmud (Gubernur Serawak, Malaysia), Juhan Mahiruddin (Gubernur Sabah, Malaysia), dan Jose C Alvarez (Gubernur Palawan, Filipina).

Terhadap pertemuan ini, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menuturkan bahwa merupakan bentuk perkembangan dari kerja sama regional yang secara tradisional telah terbangun dari keempat negara tersebut. "Untuk itu, bahasan dalam pertemuan ini terkait dengan percepatan pembangunan pada wilayah perbatasan keempat negara itu. Tentu saja, fokus kita adalah perbatasan di Kaltara," kata Irianto.

Banyak harapan dituangkan dalam pertemuan internasional itu. Salah satunya, kata Gubernur, komitmen nyata dari keempat negara berbatasan itu terhadap perdagangan lintas batas, penyelundupan barang ilegal dan lainnya. "Kita ingin ada tindakan nyata terhadap hal-hal seperti itu. Termasuk dalam hal infrastruktur, utamanya pembangunan jalan di wilayah perbatasan. Toh, kita sudah membangun jalan di perbatasan kita dengan cukup baik," jelas Gubernur.

Sementara itu, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, lewat BIMP-EAGA ini diharapkan dapat mengaktifkan daerah perbatasan yang berhubungan dari keempat negara tersebut. "Kalau tak aksi semacam ini, tentu lama baru bisa ada perubahan di wilayah perbatasan," kata Darmin.

Dengan dorongan semacam ini, walau hasilnya tak dapat cepat dirasakan, namun perlahan tapi pasti akan ada pergerakan nyata dalam berbagai bidang kehidupan di wilayah perbatasan. Salah satunya, perekonomian. "Semisal, adanya rencana penjualan listrik lintas batas. Memang dampaknya belum terlalu besar dalam skala nasional. Tapi, untuk skala daerah ada artinya," urai Darmin.

Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar