Sekprov Beri Materi Kepemimpinan

id ,

KEPEMIMPINAN : Sekprov Kaltara H Badrun kala menyematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta Advance Training Tingkat Nasional Badko HMI Kaltim-Kaltara, Minggu (3/12). (dok humas)

Tarakan (Antara News Kaltara) - Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie, Sekretaris Provinsi (Sekprov) H Badrun membuka pelatihan kader atau Advance Training Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalimantan Timur (Kaltim)-Kaltara di Gedung Serba Guna Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, Minggu (3/12) malam.

Dalam kesempatan itu, Sekprov juga didaulat untuk memberikan materi tentang kepemimpinan kepada para peserta, yang merupakan kader HMI perwakilan dari beberapa provinsi di Indonesia.

Dalam arahannya, Sekprov mengatakan, menjadi pemimpin perlu pengkaderan, salah satunya melalui HMI. "HMI merupakan organisasi pengkaderan yang berhasil. Banyak kader HMI yang telah menjadi tokoh penting yang berperan di negeri ini," ujarnya.

Sebagai sebuah organisasi, HMI, lanjut Sekprov, juga menjadi wadah, sekaligus proses untuk mencapai tujuan. Dalam teorinya, lanjut H Badrun, kepemimpinan tidak lepas dari organisasi. Sehingga calon pemimpin harus memahami organisasi. "Dalam organisasi, itu lengkap. Meliputi ada tugas yang harus dilaksanakan, manajerial, juga ada keputusan. Apalagi di HMI yang merupakan organisasi pengkaderan," ulasnya.

H Badrun menambahkan, inti dari organisasi adalah manajemen. Sehingga orang yang bergelut dalam organisasi akan matang dalam ilmu manajemennya. "Dalam berorganisasi, apalagi menjadi pemimpin kita harus memahami, sekaligus menauladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Yaitu tabligh, sidhiq, amanah dan fathonah. Salah satunya, yang sedikit tekankan adalah fathonah, artinya harus cerdas," ujar H Badrun.

Sementara itu, pelatihan selama sekitar seminggu ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, serta terbinanya kader pemimpin yang mampu menerjemahkan dan mentransformasikan pemikiran konseptual secara profesional dalam gerak perubahan sosial. Dengan target yang diharapkan dari kegiatan tersebut, yakni terciptanya kader HMI yang memiliki kemampuan untuk mengorganisir masyarakat dan mentransformasikan nilai-nilai perubahan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.

Peserta yang mengikuti berasal dari beberapa Badko HMI. Di antaranya, dari Badko Sulawesi Selatan-Barat (Sulsel-bar), Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-DIY), Jakarta-Bogor-Denpasar-Tangerang-Bekasi-Banten (Jabodetabek-Banten), Sumatera Selatan (Sumsel), dan beberapa provinsi lainnya. Termasuk tuan rumah, Badko HMI Kaltim-Kaltara.

Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar