Penerima Beasiswa Kaltara Cerdas Segera Diumumkan

id ,

BEASISWA : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie kala menyerahkan secara simbolis bantuan Beasiswa Kaltara Cerdas tahun lalu. (dok humas)

Jakarta (Antara News Kaltara) - Dewan Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan segera mengumumkan peserta program bantuan Beasiswa Kaltara Cerdas 2017 yang lolos verifikasi. Setelah diumumkan, menurut Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, setidaknya pada minggu ketiga Desember sudah dilakukan pencairan. "Segera diumumkan dalam minggu ini, Insya Allah. Selambat-lambatnya minggu ketiga Desember ini sudah cair semuanya (masuk ke rekening masing-masing penerima)," kata Gubernur, Selasa (5/12).

Disampaikan Irianto, berdasar informasi Dewan Pendidikan Kaltara berkas beasiswa yang masuk ke Sekretariat Dewan Pendidikan Kaltara sebanyak 4.212 lembar. Sementara kuota beasiswa yang disediakan sebanyak 1.935 baik untuk jenjang pendidikan Diploma-3 (D-3), Strata-1 (S-1), S-2, dan S-3 kategori prestasi maupun tidak mampu. Sedangkan untuk beasiswa bagi siswa berprestasi sebanyak 588, sehingga total keseluruhan kuotanya 2.523 orang. Dengan begitu, ada sekitar 2.277 orang penyerah berkas yang tidak lolos. "Sesuai tahapannya, proses pendaftaran atau pemasukan berkas beasiswa Kaltara Cerdas berakhir pada 29 September lalu. Kami telah melakukan seleksi sesuai dengan ketentuan yang ada," papar Gubernur.

Proses verifikasi dilakukan dua kali, yakni verifikasi berkas dan verifikasi nilai. Setelah dilakukan verifikasi, dilakukan perangkingan. Disebutkan Irianto, rangking berdasarkan urutan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, baik untuk golongan prestasi maupun tidak mampu. "Hari ini (kemarin, Red.) kami rapat untuk mencapai kesimpulan akhir. Kemudian, tinggal menunggu SK (Surat Keputusan) Gubernur keluar, maka barulah akan diumumkan penerima dana dan pencairan Beasiswa Kaltara Cerdas bisa disalurkan," jelas Gubernur.

Setelah pengumuman disampaikan, akan dilakukan monitoring terkait data faktual yang disampaikan penerima beasiswa. "Untuk monitoring, kita turun langsung ke lapangan, kita ke kampus-kampus mereka, baik itu di Kaltara dan luar daerah. Jangan sampai nantinya yang diberikan beasiswa, justru mereka yang tidak berhak," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kaltara Herwansyah menyebutkan, monitoring dilakukan untuk memastikan bahwa penerima beasiswa yang dinyatakan lulus verifikasi benar dan masih tercatat berkuliah di perguruan tinggi tersebut serta dilakukan  pencocokkan berkas yang dikirim. "Jangan sampai kita kecolongan lagi. Pengalaman yang lalu, ada yang menggunakan data temannya. Bahkan tahun lalu kami menemukan seorang PNS. Jadi, tahun ini kita benar-benar bekerja lebih terperinci, jangan sampai kita menemukan hal seperti itu lagi. Apabila ada penyimpangan, mereka (penerima beasiswa) siap menerima sanksinya, mereka sudah membuat pernyataan," tuntasnya.

Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar