Gubernur Ingatkan Laporan Jangan Asal-asalan

id ,

APEL PAGI : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie memimpin apel pagi di Lapangan Agatis, Senin (18/12). (dok humas)

Tanjung Selor (Antaranews-Kaltara) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie kembali mengingatkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk segera memberikan laporan pertanggung jawaban kinerja sebagai bahan evaluasi.

Gubernur menegaskan, laporan ditunggu paling lambat 20 Desember besok, melalui Biro Pembangunan Sekretariat Provinsi Kaltara. Demikian disampaikan Irianto saat memimpin apel pagi di Lapangan Agatish Tanjung Selor, Senin (18/12). “Jangan sampai laporan yang disusun tidak berkualitas dan terkesan asal-asalan,” tegas Irianto.

Gubernur mengatakan, sudah berulang kali dirinya mengingatkan kepada Kepala OPD, baik di dinas, badan maupun biro untuk segera menyusun laporan pertanggungjawaban kinerja selama setahun. Bahkan, kata Irianto, jika merujuk pada agenda pemerintahan, laporan pertanggungjawaban tersebut harus sudah disusun dari bulan November lalu.

“Namun kita sering kali lalai, akibatnya ketika diminta laporan, dibuat tapi laporan itu seadanya dan tidak berkualitas. Jangan mengira itu bukan perbuatan dosa, pada saat kita mati itu akan dipertanggungjawaban. Karena itu sebelum mengalami hal yang menyulitkan, kita perlu mengingatkan kembali. Khususnya bagi yang menjadi pengelola anggaran, dapat menyiapkannya sebaik mungkin, sehingga saat diperiksa itu akan memudahkan kita,” tegasnya mengingatkan.

Irianto kembali menyampaikan, program kinerja selama setahun akan dievaluasi. Hal ini juga menyangkut penilaian terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN)-nya. Karena itu, ketika ada ASN yang dimutasi untuk penyegaran, lanjutnya, merupakan hal yang lumrah. “Bagi ASN yang punya kesungguhan, tidak perlu ada kekhawatiran ketika dievaluasi. Karena di manapun dia ditempatkan akan menjadikannya aparatur yang tangguh,”jelas Irianto. Mindset seperti inilah, lanjutnya, yang harus dimiliki oleh ASN.

Di samping itu, Irianto juga berharap agar ASN di Kaltara mampu melakukan perubahan dan berinovasi. Menurutnya, ini merupakan kesempatan semua ASN untuk membuat sesuatu yang baru dengna belajar dari provinsi lain.

“Dan sebagian itu sudah dirasakan, ada pencapaian yang telah dilakukan dengan penilaian tertentu, namun ada juga hal buruk, dan itu kita harus fokus memperbaikinya. Jangan sampai hal buruk itu dibiarkan, karena akan berdampak negatif bagi kita. Mari kita songsong tahub 2018 untuk terus melakukan perubahan dan inovasi, agar Kaltara semakin jaya dan terdepan,” jelasnya.

Dalam kesempatan apel tersebut, gubernur juga sempat menyinggung keterlambatan pemberian insentif guru. Irianto meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, untuk melakukan pengawasan dalam menyalurkan dana insentif guru. Sebab, banyak keluhan terkait dengan penyaluran dana insentif tersebut terus berulang. Selain itu Irianto juga mengusulkan agar penyalurannya dapat diaudit, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang.

“Akan kita audit, jangan sampai itu berulang terus setiap tahun,”tegas Irianto.

Lebih jauh Irianto meminta agar seluruh ASN di Kaltara dapat mewujudkan menjadi lebih baik. Perwujudan tersebut dapat dilakukan melalui bertekad niat baik yang dipraktekkan dengan cara bekerja secara disiplini, jujur dan peduli terhadap kesulitan orang lain. “Yang terpenting ketika dievaluasi harus betu-betul memenuhi syarat aturan, jangan sampai ada indikasi penyimpangan. Tertib administrasi, harus kita lakukan, saling menghargai,” tuntas Irianto.


Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar