18.950 Siswa akan Ikut UNBK 2018

id ,

UJIAN NASIONAL : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie ketika memantau pelaksanaan UN tahun lalu. (dok humas)

Tanjung Selor (Antaranews Kaltara) – Peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Kaltara tahun ini berjumlah 18.950 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari seluruh daerah di provinsi termuda ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono mengungkapkan pelaksanaan ujian nasional pada tahun ini tidak berbeda dari tahun sebelumnya. Yakni dengan UNBK dan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Akan tetapi, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan prosentase UNBK harus lebih banyak dari UNKP.

“UN tahun ini akan dilaksanakan dengan UNBK dan UNKP. Targetnya, UN tahun ini dengan UNBK yaitu minimal 70 persen tingkat SMP atau MTS. Kemudian untuk SMA atau MA dan SMK 100 persen kecuali daerah remote atau 3T (Terpencil, Terluar dan Tertinggal) tidak wajib UNBK, namun disarankan,” kata Sigit.

Sigit merincikan, peserta UNBK di Kaltara terdiri 174 sekolah jenjang SMP/MTs telah terdaftar dan akan melaksanakan UNBK. Sedangkan untuk SMA, MA terdapat 66 sekolah dengan 5.490 siswa. Untuk SMK berjumlah 28 sekolah dengan 2.756 siswa. “Ada 3 sekolah SMTK (Sekolah Menengah Teologi Kristen) belum terdaftar, karena statusnya belum jelas. Apakah datanya itu mengikuti Data Pokok Pendidikan (Dapodik) atau Education Management Information System (EMIS),” papar Sigit.

Berkaitan dengan wilayah 3T, Disdik akan berupaya agar pelaksanaan UNBK tetap berjalan. Misalnya, penggabungan sekolah pada titik point, sharing facilities, penyediaan V-Sat, penyediaan generator set (Genset), serta meningkatkan koordinasi dengan PLN juga provider internet.

“Tahun depan, untuk wilayah terisolir, Disdikbud akan mengusulkan bantuan lewat Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Kaltara untuk penguatan jaringan internet. Sedangkan untuk masalah listrik, kami upayakan melalui bantuan operasional provinsi maupun Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan),” katanya.

Selain UNBK, sekolah juga wajib melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Di mana mata pelajaran yang diajarkan di sekolah wajib di USBN-kan. “Soal USBN nanti akan dibuat pemerintah pusat dengan prosentase 20 hingga 25 persen. Sedangkan, sisanya 75 hingga 80 persen dibuat oleh guru yang akan divalidasi melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Kami juga telah melakukan koordinasi dan membimbing seluruh MGMP di Kaltara untuk melakukan penulisan soal targetnya awal bulan maret ini soal sudah selesai disusun,” sebut Sigit.

Meski tidak menentukan kelulusan, akan tetapi ujian nasional wajib diikuti oleh seluruh siswa untuk bisa lulus. “Target kelulusan setiap sekolah sudah tentu 100 persen. Namun terkadang sulit tercapai, karena kadang kala ada saja siswa yang berhenti sekolah secara tiba-tiba saat menjelang ujian sehingga Daftar Nominatif Tetap (DNT) tidak dapat diubah,” katanya.

DATA-FAKTA UN 2018 PROVINSI KALTARA

1. SMP/MTS : 174 sekolah

– UNBK 104 sekolah dan UNKP 70 sekolah (60 persen)

– Total Jumlah Peserta : 10.704 siswa.

2. SMA/MA : 66 sekolah

– Total Jumlah Peserta : 5.490 siswa

3. SMK: 28 sekolah

– Total Jumlah Peserta : 2.756 siswa

4. Penyelenggaraan UNBK 2018 per Kabupaten/Kota

a. Kabupaten Bulungan :

– 53 Sekolah, Total Peserta : 3.658 siswa

b. Kota Tarakan :

– 42 Sekolah, Total Peserta : 6.123 siswa

c. Kabupaten Nunukan :

– 60 Sekolah, Total Peserta : 4.699 siswa

d. Kabupaten Malinau :

– 35 Sekolah, Total Peserta : 1.902 siswa

e. Kabupaten Tana Tidung :

– 11 Sekolah, Total Peserta : 667 siswa

Sumber : Disdik Provinsi Kaltara, 2018


Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar