Dua Kementerian Topang Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Pengairan

id Kemen PUPR, Kemendihub ,dukungan, pusat

TERINTEGRASI : Gubernur Kaltara saat meninjau lahan dan lokasi pembangunan dermaga speedboat yang terintegrasi dengan layanan Bandara Juwata Tarakan, Jumat (6/4). (humasprovkaltara)

Pengembangan dan pembangunan infrastruktur transportasi dan pengairan tetap menjadi prioritas dari Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Seperti pengembangan dermaga speedboat terintegrasi dengan layanan Bandar Udara (Bandara) di Tarakan.

Pada Jumat (6/4) pagi, Gubernur melakukan peninjauan kanal dan calon dermaga speedboat yang nantinya terintegrasi dengan Bandara Internasional Kelas II Juwata Tarakan. "Terkait rencana pengembangan kanal dan dermaga speedboat terintegrasi itu, Pemprov Kaltara melalui APBD sudah 'memancing' pembangunannya dengan dana sekitar Rp 20 miliar. Tahun lalu, telah digelontorkan dana sekitar Rp 7 miliar untuk kegiatan disana. Dan, meski dengan anggaran yang terbilang minim tersebut, hasilnya sudah cukup maksimal," jelas Irianto.

Guna mempercepat realisasinya, Gubernur juga telah mengusulkan kepada kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga dan Ditjen Sumber Daya Air (SDA), untuk pendanaan lanjutannya. "Insya Allah, dukungan pendanaan juga akan dicoba untuk direngkuh dari Kementerian Perhubungan. Mengingat, Menhub telah menjanjikan anggaran sekitar Rp 1 triliun. Bila terealisasi, sekitar Rp 500 miliar akan diusulkan untuk diarahkan kepada pembangunan kanal dan dermaga terintegrasi itu," urai Gubernur.

Terkait hal ini, pembagian dukungannya, pengerjaan kanal akan dilakukan oleh Kementerian PUPR, sementara dermaga oleh Kementerian Perhubungan. "Di sekitar dermaga, akan dibuat kolam putar yang kini lebarnya sekitar 30 meter, akan ditambah hingga 50 meter. Lalu diperlukan penurapan, sehingga air kanal dapat stabil dan fungsi pengendalian banjirnya bagi Kota Tarakan dapat lebih maksimal," ungkap Irianto.

Untuk pemanfaatannya setelah rampung, dermaga akan menjadi tempat standar turis lokal atau mancanegara, tapi juga untuk speedboat penumpang berstandar sedikit lebih tinggi daripada standar speedboat reguler di Pelabuhan Tengkayu saat ini. "Speedboatnya, memiliki standar penumpang kelas VIP. Jadi, lebih nyaman bagi penumpang," ulasnya. Multiplier efect-nya, kedepan, di sekitar muara diharapkan akan tumbuh pusat perekonomian masyarakat. Seperti restoran, hotel dan lainnya.

Sementara itu, pada infrastruktur pengairan, Kaltara telah memperoleh dukungan APBN, tepatnya Kementerian PUPR. Di antaranya pembangunan Embung Rawasari di Tarakan yang ditargetkan selesai pada tahun ini. Embung ini pun telah dikunjungi Presiden RI Joko Widodo pada Oktober 2017. "Embung ini dimulai 2016 dan sesuai harapan Presiden, pada 2018 selesai sehingga kecukupan air untuk masyarakat Tarakan benar-benar tersuplai semuanya, nggak ada kekurangan," kata Irianto.

Embung ini berperan menampung air hujan sebagai sumber penyediaan air baku dan mengantisipasi kekeringan saat musim kemarau. Keberadaannya, diharapkan mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan air baku masyarakat Tarakan. Kapasitas embung ini mencapai 100 liter per detik. Total biaya pembangunannya mencapai Rp 54 miliar. Embung Rawasari yang dibangun di Kelurahan Karang Harapan tersebut akan memiliki luas area genangan seluas 3,22 hektar dengan kapasitas tampung sebesar 112 ribu meter kubik.

Selain Rawasari, sejak 2017 Kementerian PUPR juga sedang membangun Embung Indulung serta pembangunan jaringan pipa air baku, 2 unit pompa, genset, pos jaga dan bangunan pelengkap lainnya.

Pipa berdiameter 60 cm akan dipasang sepanjang 11 kilometer dari Sungai Indulung yang kemudian ditampung di Embung. Kemudian, air dalam pipa disalurkan dengan bantuan 2 unit pompa berkapasitas 150 liter per detik.

Pembangunan ini dilakukan untuk melayani air baku di 3 kelurahan yaitu Kelurahan Kampung Satu Kecamatan Tarakan Tengah, Kelurahan Pantai Amal dan Kelurahan Kampung Enam di Kecamatan Tarakan Timur. Total biaya pembangunan embung, intake dan jaringan pipa Indulung mencapai Rp 168 miliar. Embung dengan luas genangan sebesar 2,62 hektar ini memiliki tampungan efektif mencapai 123 ribu meter kubik. Pembangunan fisiknya kini mencapai sekitar 70 persen.

Sebelumnya pada 2015, pemerintah telah menyelesaikan Embung Bengawan di Tarakan.

Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar