Penerapan Keselamatan Pelayaran Diharapkan Tegas

id keselamatan pelayaran

hanya sebagian yang terapkan peraturan keselamatan pelayaran (datiz)

Tanjung Selor ( Antaranews Kaltara) - Warga berharap agar Dinas Perhubungan Kalimantan Utara untuk tegas menerapkan peraturan keselamatan pelayaran.

Hal itu disampaikan beberapa warga yang ditemui di Dermaga Kayan II Tanjung Selor, Rabu.

"Agar beberapa kasus kecelakaan naas jangan sampai terulang lagi," kata Umar, salah seorang calon penumpang tujuan Tarakan.

Misalnya, ia mengamati baru beberapa speedboat yang memiliki fasilitas AC, peralatan komunikasi, pintu darurat dan palu pemecah pintu/jendela darurat.

Khusus pelampung, ia akui hampir semua kapal cepat sudah membekali setiap penumpang.

Hal lain yang disoroti, yakni alasan mengejar keuntungan serta praktik
permainan dengan petugas diduga masih ada yang berani memuat penumpang melebihi kapasitas.

"Kasus penumpang melebihi kapasitas rawan menyebabkan kecelakaan," katanya.

Ia berharap agar petugas melakukan pengawasan ketat agar tidak ada permainan mengejar keuntungan tapi membahayakan keselamatan.

Hal itu perlu diwaspadai apalagi musim arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Sebelumnya terjadi beberapa kasus kecelakaan speedboad terjadi di Pelabuhan Tanon Taka Tarakan, Sungai Kayan Bulungan dan Sungai Malinau.

Termasuk kecelakaan, speedboat Anugerah Expres terbalik akibat menabrak batang di Sungai Kayan, Bulungan, Kaltara pada 1 Januari 2018.

Kondisi speedboat yang tidak punya pintu darurat diduga menyebabkan delapan penumpang tewas.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie telah menginstruksikan agar semua desain kapal diubah, di antaranya wajib memiliki pintu darurat.
Pewarta :
Editor: Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar