Pembangunan jalan perbatasan dari Sei Menggaris menuju Malaysia rampung

id jalan perbatasan, serudong, sei menggaris

Jalan menuju wilayah Malaysia telah diaspal dengan biaya APBN

Oleh M Rusman

Nunukan (Antaranews-Kaltara) - Pembangunan jalan perbatasan dari Kecamatan Sei Menggaris Kabupaten Nunukan, Kaltara menuju Serudong Negeri
Sabah, Malaysia yang dibiayai APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional) sepanjang 48,65 kilo meter telah rampung.
Jalan beraspal dengan kucuran dana sebesar Rp502 miliar ini dikerjakan oleh investor telah rampung sejak 30 Juni 2018 sehingga saat akses
menuju negara tetangga Malaysia semakin mudah dan lancar, jelas Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie di Tanjung Selor.
Melalui keterangan tertulisnya, Selasa dia mengatakan, pembangunan jalan yang dimulai sejak tahun lalu itu merupakan komitmen
pemerintah pusat merealisasikan membangun Indonesia dari pinggiran sesuai Program Nawacita Presiden Joko Widodo.
Hal ini berkaitan dengan upaya pemerintah memperlancar konektifitas antar wilayah dan dengan negara tetangga dalam rangka membuka keterisolasian hingga batas negara.
"Pembangunan jalan hingga batas negara dengan Malaysia sudah rampung 100 persen. Panjangnya 48,65 kilo meter menghabiskan
anggaran Rp502 miliar dibiayai APBN," sebut Irianto Lambrie.
Setelah akses jalan menuju batas negara rampung dan aspal mulus, dia mengajak masyarakat memanfaatkannya dan memelihara dengan
baik agar benar-benar mengangkat perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan.
Selain jalan ini, pemerintah pusat juga membangun jalan aspal dari Sei Ular Desa Sekaduyan Taka Kecamatan Sei Menggaris menuju Desa
Apas Kecamatan Tulin Onsoi sepanjang 48,49 kilo meter.
Anggaran yang dihabiskan sebesar Rp313 miliar. Jalan ini merupakan bagian dari Trans Kalimantan yang akan menghubungkan Provinsi
Kaltara dengan Kaltim.
Pembangunan Trans Kalimantan ini telah rampung sejak 30 April 2017 berdasarkan laporan dari Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional
(Satker PJN) Kementerian PU PR wilayah Kaltara.

Pewarta :
Editor: Rusman
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar