Gubernur Kaltara Resmi jadi Anggota Under2 Coalition

id Komitmen,Anggota,Under2,Coalition

KOMITMEN JAGA KELESTARIAN HUTAN: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menandatangani surat kepesertaan sebagai anggota Under2 Coalition di California, Amerika Serikat. (humasprovkaltara)

California (Antaranews Kaltara) - Setelah sebelumnya menjadi anggota Governor's Climate and Forest (GCF) Task Force atau Satuan Tugas Gubernur untuk iklim dan hutan, Rabu (12/09) waktu Amerika Serikat atau Kamis (1309) dini hari waktu di Indonesia, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie resmi bergabung menjadi anggota Under2 Coalition.

Menandai keikutsertaan Gubernur dalam Under2 Coalition, Irianto menandatangani surat komitmen kepesertaan di sela-sela pertemuan Under2 Coalition di Hasting University of California, California, Amerika Serikat. Penandatanganan disaksikan langsung oleh Gubernur California, Mr Edmund Gerald Jerry Brown.

Gubernur yang didampingi beberapa staf hadir pada pertemuan tersebut, sehari setelah menghadiri sekaligus menjadi pembicara dalam GCF Task Force Annual Meeting 2018 di San Fransisco. Petemuan Under2 Coalition dihadiri oleh 200 Gubernur dari provinsi maupun negara bagian dari 38 negara di dunia. "Ini suatu kehormatan dan kesempatan berharga bagi saya, selaku Gubernur Kaltara diundang mengikuti Under2 Coalition. Dalam pertemuan itu, kita membahas upaya mitigasi pemanasan global dan perubahan iklim serta berbagai aspek yang berpengaruh besar terhadap perubahan iklim dan lingkungan," ungkap Irianto.

Untuk diketahui, Under2 Coalition adalah koalisi negara-negara di dunia, yang konsen bergerak di bidang lingkungan. Dengan cakupan lebih besar dibanding GCF Task Force. "Dengan masuknya dalam anggota Under2 Coalition ini, menjadi satu langkah maju dan satu terobosan dalam membangun networking di tingkat global (internasional)," urai Gubernur.

Sama halnya waktu menghadiri GCF Annual Meeting, saat mengikuti pertemuan Under2 Coalition untuk pertama kalinya itu, Gubernur juga mendapat penghormatan untuk langsung menyampaikan pendapat dalam forum yang dihadiri ratusan gubernur yang hadir. "Tadi saya sampaikan, terkait upaya mengurangi dampak pemanasan global akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan serta bagaimana usaha kita dalam pengurangan emisi global," kata Irianto.

Beberapa hal yang disampaikan Gubernur dalam pertemuan Under2 Coalition kemarin, di antaranya mengenai komitmen pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk menjaga kelestarian lingkungan. Utamanya bagi Kaltara yang memiliki hutan luas. "Saya tegaskan, Kaltara berkomitmen menjaga kelestarian hutan yang kita miliki," beber Irianto.

Komitmen tersebut dibuktikan dengan beberapa program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Salah satunya program pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan. "Untuk memberdayakan masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan kita ada beberapa program. Di sektor kesehatan, kita ada program dokter terbang. Yaitu dengan mengirim dokter spesialis ke beberapa wilayah perbatasan dan pedalaman. Biayanya gratis, semua ditanggung pemerintah," kata Gubernur.

Tak hanya itu, pemerintah daerah sinergi dengan pusat juga terus berusaha memenuhi sarana infrastruktur di perbatasan dan pedalaman. Seperti pembangunan jalan dan jembatan, sarana pendidikan, kesehatan dan lainnya. "Kita juga selalu memberikan pemahaman dan pendidikan, kepada masyarakat di sekitar hutan turut menjaga hutan yang ada. Dan memang menjadi program kita, menjaga hutan dengan lebih memberdayakan masyarakat adat untuk lebih berperan," papar Gubernur.

Di samping pemaparan dari Gubernur Kaltara, dalam pertemuan itu banyak dibahas mengenai upaya mitigasi pemanasan global dan perubahan iklim. Di mana sekarang tidak hanya masalah menjaga hutan, akan tetapi berbagai sektor yang berpengaruh terhadap perubahan iklim dan lingkungan seperti sektor transportasi, penggunaan lahan, penggunaan energi terbarukan, seperti tenaga air, angin dan panas bumi, serta industri. "Ini semua menjadi isu yang dibahas dalam group tersebut. Salah satu kesimpulannya, kita semua bersama bercita-cita menurunkan suhu bumi menjadi 20 Celcius di tahun-tahun mendatang," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, diinformasikan juga oleh Gubernur, pertemuan GCF Task Force pada 2019 mendatang akan dilaksanakan di Kolombia. Kaltara berusaha untuk bisa menjadi tuan rumah pertemuan GCF berikutnya (2020). "Kita berharap pertemuan GCF 2020 bisa digelar di Kaltara. Dengan mengandalkan program kearifan lokal Kayan Mentarang," kata Irianto lagi. Keuntungan jika menjadi tuan rumah, menurut Gubernur, sekaligus bisa mempromosikan tujuan destinasi wisata dan riset budaya dan alam hutan Kayan Mentarang pada tingkat internasional. Mengenai pendanaan, nanti akan dibiayai oleh GCF.

Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar