DKP Fasilitasi Pembahasan Harga Udang

id Pembahasan, Harga, Udang, Diskusi

FGD : Kepala DKP Provinsi Kaltara H Amir Bakri saat membuka FGD Sistem Tata Niaga Komoditas Perikanan Tambak di Provinsi Kaltara, Kamis (15/11). (humasprovkaltara)

Tarakan (Antaranews Kaltara) – Meredam gejolak masyarakat, terkait tidak naiknya harga udang di Kaltara, menyusul meningkatnya kurs dolar Amerika Serikat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mengadakan pertemuan atau Forum Group Discussion (FGD) dengan menghadirkan para pihak terkait di Hotel Galaxy Tarakan, Kamis (15/11).

FGD dengan mengambil tema, mengenai sistem tata niaga komoditas perikanan tambak ini digelar dengan menghadirkan Direktur Pemasaran Luar Negri dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, serta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Sementara peserta yang hadir, para pengusaha udang, baik itu pembudidaya, pengumpul maupun dari pihak coldstorage.

“Kita kumpulkan pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai harga udang yang beberapa waktu lalu dikeluhkan oleh para pengusaha udang. Mereka mengeluh, harga dollar naik, kok malah harga udang di Kaltara turun,” demikian disampaikan H Amir Bakry, Kepala DKP Kaltara.

Dalam kegiatan tersebut, kata Amir, dijelaskan, bahwa harga udang yang tidak meningkat mengikuti kurs dollar, salah satunya penyebabnya adalah karena Negara pengekspor Udang Windu terbesar di dunia, yakni India dan Vietnam, sedang dalam masa panen. Sehingga Negara-negara tujuan export, terkait komoditi udang juga lagi penuh. “Jadi tidak serta merta dengan naiknya kurs dollar, maka harga barang-barang juga naik. Seperti lada dan kelapa sawit juga malah turun,” kata Amir.

Selain itu, dalam forum tersebut juga dibahas terkait isu adanya kongkalikong antara para pemiliki coldstorage dengan pengumpul. Menganai hal tersebut, dibantah oleh pihak coldstorage. Mereka menjelaskan, bahwa jika memang hal tersebut terjadi pasti KPPU selaku pihak yang berwenang mengawasi, telah memberikan teguran atau sanksi.

Amir menambahkan, kegiatan ini hanya berlangsung 1 hari, dan besoknya (16/11) akan dilanjutkan kegiatan yang sama, dengan pembahasan yang berbeda. Yakni mengenai percepatan sertifikasi lahan tambak. Dengan mengundang para petambak di Tarakan serta dari pihak Badan Pertahanan Nasional (BPN).

Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar