Logo Header Antaranews Kaltara

Mudik gratis Kaltara Buat Pemudik Merasa Aman dan Bahagia Berlebaran

Senin, 23 Maret 2026 19:00 WIB
Image Print
Petugas dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara mengecek satu persatu penumpang arus balik yang ikut program Mudik Gratis Angkutan Lebaran 1447 Hijriah Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, di Terminal Bus DAMRI Pasar Induk Tanjung Selor, Bulungan, Senin (23/3). (ANTARA/Agus Salam)

Tanjung Selor (ANTARA) - Situasi perekonomian dunia yang sedang tidak stabil mengharuskan masyarakat berpikir dua kali untuk mudik lebaran.

Namun karena ada program mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026, masyarakat terbantu.

Dengan adanya program mudik gratis yang dilaksanakan Rabu (18/3) untuk mudik dan Senin (23/3) arus balik ini menjadi harapan warga Kalimantan Utara untuk mudik dengan aman menggunakan moda transportasi umum dan bahagia bisa bertemu sanak saudara tanpa biaya besar.

“Saya bersama keluarga ada tiga orang ikut program mudik dan balik dengan tujuan Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung,” ujar Agus Budiono, di Terminal Bus DAMRI Pasar Induk Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (23/3).

Jujur, kata dia, program ini sangat membantu. Dengan harga tiket untuk tujuan Tanjung Selor-Tideng Pale Rp85 ribu dan jika dikalikan tiga maka Rp255 ribu. Uang sebesar itu, kata dia, tentu sangat berarti, apalagi saat lebaran.

“Lumayan kalau kami bertiga pulang pergi secara gratis ada Rp510 ribu uang tidak terpakai dan bisa buat kebutuhan lainnya saat lebaran,” katanya.

Pria yang berlebaran di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan ini berharap tahun depan ada lagi program mudik gratis yang telah dilaksanakan di era kepemimpinan Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang tersebut.

“Alhamdulillah saya dan keluarga bisa mudik tahun ini secara gratis dan dapat bingkisan lagi. Saya berharap tahun depan ada lagi program ini supaya warga lainnya yang ingin mudik juga bisa,” harapnya.

Kebahagiaan yang sama juga diungkapkan oleh Nurhayati (50), karena merasa sangat terbantu dengan program mudik gratis tersebut walaupun rutenya tidak sampai ke tujuan akhir dirinya mudik, yaitu Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

“Saya bersama keluarga sembilan orang pukul 05.00 pagi tadi dari Berau, Kalimantan Timur dan sudah mendaftar mudik gratis dari Tanjung Selor untuk kembali ke Malinau,” katanya.

Sebelumnya, kata dia, pada Rabu (18/3) lalu juga sudah mengikuti program mudik gratis tersebut dari Malinau ke Tanjung Selor, setelah sampai di Tanjung Selor, ia dan keluarga dijemput menggunakan truk ke Berau.

Kondisi pakai truk di bak belakang, kata dia, tentu tidak enak dan tidak aman. Karena itulah menggunakan angkutan umum mudik gratis ini sangat aman karena sudah dilakukan pengecekan kelaikan kendaraan sebelum berangkat.

“Walaupun hanya sampai Tanjung Selor, kami sangat terbantu dan merasa aman menggunakan Bus DAMRI. Kemarin kami dijemput keluarga menggunakan truk ke Berau,” ungkapnya.

Dia pun menghitungkan jika berbayar menggunakan Bus DAMRI dari Tanjung Selor ke Malinau maka harus mengeluarkan uang Rp190 ribu per orang. Jika dikali sembilan orang, maka totalnya Rp1.7 juta lebih.

“Kalau tidak gratis, maka kita harus punya uang beli tiket untuk pulang pergi sebanyak sembilan orang mencapai Rp3,4 juta. Karena gratis, alhamdulillah uangnya bisa dipakai untuk keperluan lainnya,” tuturnya.

Perempuan yang mengaku berlebaran di Berau di rumah kakak tertuanya itu, berharap tahun-tahun berikutnya tetap ada program mudik gratis. Karena sangat membantu bagi keluarga yang pas-pasan tapi ingin merasakan kebahagiaan lebaran bersama sanak saudara di kampung halaman.

“Mudah-mudahan tahun depan mudik gratisnya sampai Berau. Karena saya dengar Bapak Gubernur ingin tahun depan sampai ke Kalimantan Timur,” katanya.

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang saat melepas peserta mudik gratis Rabu (18/3) lalu menegaskan bahwa Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Kaltara rutin setiap tahun menggelar program mudik gratis angkutan lebaran. Apalagi di tahun ini pemerintah pusat mengangkat tema mudik yaitu ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia.

“Kita selalu komitmen untuk menghadirkan kebijakan pelayanan transportasi yang aman, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat. Setiap tahun kita laksanakan mudik gratis menggunakan Bus DAMRI. Tahun ini kuota mudik gratis kita siapkan 500,” katanya.

Tahun depan, kata Gubernur, ia ingin program mudik gratis yang selama ini cakupannya hanya di wilayah Kalimantan Utara, bisa diperluas hingga sampai Kalimantan Timur.

“Tahun depan sudah saya sampaikan ke Pak Sekretaris Provinsi sama Pak Kepala Perhubungan untuk menyiapkan mudik gratis ke Kalimantan Timur, ke Berau, Samarinda dan sampai Balikpapan,” ujarnya.

Diketahui, sejak tahun 2024 program mudik gratis konsisten dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Perhubungan Provinsi Kaltara bekerja sama dengan Kantor Cabang DAMRI Tanjung Selor.

“Mudik gratis tahun 2026 melayani delapan rute terdiri dari, rute Tanjung Selor-Tideng Pale, Tideng Pale-Tanjung Selor, Tanjung Selor-Malinau, Malinau-Tanjung Selor, Malinau-Tideng Pale, Tideng Pale-Malinau, Malinau-Salang, serta Salang – Malinau,” beber Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltara, Idham Chalid.

Ia menyebutkan disediakan sepuluh unit bus yang telah melalui proses pemeriksaan kelaikan teknis yang dilaksanakan bersama Polda dan Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kalimantan Utara. Juga dilakukan pengecekan kesehatan dan tes urine bagi juri mudi.

Menjawab keinginan Gubernur Kalimantan Utara terkait pelayanan mudik gratis lebih luas hingga menjangkau Berau, Samarinda, Balikpapan, Kalimantan Timur, General Manajer DAMRI Cabang Tanjung Selor, Junaid menyatakan kesiapan DAMRI melayani.

“Kami siap. Ada unit kami nanti gabung sama Samarinda. Kebetulan di bulan ini rencananya insya Allah ada tambahan dua unit lagi dari Jakarta. Jadi untuk cover mudik gratis tahun depan insya Allah bisa,” katanya.
Baca juga: Pemkab Bulungan Tata Pelabuhan untuk Kenyamanan Pemudik
Baca juga: Bupati Bulungan Buka Puasa Bersama di Rumah Jabatan



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026