Logo Header Antaranews Kaltara

Ribuan Anak Malinau Dikuliahkan Gratis hingga Luar Negeri

Sabtu, 28 Maret 2026 20:49 WIB
Image Print
Dijadiri secara daring oleh Wamendiktisaintek RI, Fauzan, Bupati Malinau, Wempi W. Mawa beserta staf dalam Kick-Off dan Sosialisasi Program Pendampingan Peserta Desa Sarjana Unggul Kabupaten Malinau Tahun 2026 di ruang rapat Bupati Malinau,Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu (28/3/2026). (ANTARA/HO-Diskominfo Malinau)

Malinau, Kaltara (ANTARA) - Melalui program Desa Sarjana Unggul yang sudah berjalan enam tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau tegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Program ini kami bangun dengan semangat dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Harapannya, anak-anak Malinau yang telah menempuh pendidikan tinggi bisa kembali dan berkontribusi bagi kemajuan kampung halamannya,” ujar Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, Sabtu.

Penegasan itu disampaikan saat menghadiri secara daring Kick-Off dan Sosialisasi Program Pendampingan Peserta Desa Sarjana Unggul Kabupaten Malinau Tahun 2026 di ruang rapat Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.

Di hadapan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Republik Indonesia, Fauzan, Bupati Malinau mengungkapkan bahwa program Desa Sarjana Unggul merupakan salah satu inovasi strategis Pemkab Malinau untuk mencetak generasi sarjana yang tidak hanya berpendidikan tinggi, tetapi juga memiliki komitmen kembali membangun desa.

Sejak diluncurkan pada tahun 2021, kata Wempi, program tersebut telah memberikan kesempatan kepada hampir 2.000 peserta dari 103 desa untuk melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

“Seluruh pembiayaan ditanggung penuh oleh APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Malinau, mulai dari biaya kuliah, biaya hidup, hingga kebutuhan tempat tinggal mahasiswa. Orang tua cukup mendoakan dan memberi semangat. Semua kebutuhan pendidikan sudah kami tanggung,” katanya.

Disebutkan, dengan berbagai bidang studi strategis seperti kedokteran, teknik, hingga bidang keagamaan, para peserta program tersebar dan kuliah di berbagai wilayah seperti di Kalimantan sendiri, Jawa, Sulawesi dan Bali, termasuk di Tiongkok, Malaysia, dan Yaman.

“Fokus utama program ini tidak hanya pada jumlah peserta, tetapi juga dampak jangka panjang, yakni menciptakan sarjana yang mampu menjadi agen perubahan dan mendorong kemajuan ekonomi desa,” ungkapnya.

Disebut Wempi lagi, program ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan, termasuk kebijakan pembebasan biaya pendidikan bagi pelajar dari tingkat dasar hingga menengah di Kabupaten Malinau.

“Keberhasilan yang diraih bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Dalam forum yang sama secara daring, Wamendiktisaintek, Fauzan menegaskan kunci utama kemajuan daerah adalah pembangunan SDM. Untuk itu, ia mengapresiasi langkah Pemkab Malinau yang menghadirkan program Desa Sarjana Unggul.

“Ilmu saja tidak cukup. Kita juga harus membangun spiritualitas dan komunikasi yang kuat agar nilai-nilai kehidupan semakin kokoh,” ujar menegaskan bahwa investasi di bidang SDM merupakan strategi jangka panjang yang sangat penting, walaupun hasilnya tidak dapat dirasakan secara instan.

Wamendiktisaintek mengaku terkesan dengan komitmen yang ditunjukkan oleh Bupati Malinau dalam membangun SDM melalui program tersebut.

“Terus terang saya merinding mendengar apa yang disampaikan oleh Bupati Malinau yang sangat menginspirasi melalui programnya yang luar biasa,” ungkapnya.
Baca juga: Menkomdigi Sebut UU PDP Tetap Berlaku Pada Transfer Data Indonesia-AS
Baca juga: Komdigi: AI Jadi Pilar Kedaulatan Digital Indonesia



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026