
IHK Naik, Inflasi Kaltara Maret 2026 Capai 3,12 Persen

Tanjung Selor (ANTARA) - Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), perkembangan inflasi tahun ke tahun (year-on-year/y-on-y), pada Maret 2026 inflasi mencapai 3,12 persen karena adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK).
“Secara (y-on-y), pada Maret 2026 terjadi inflasi 3,12 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 106,36 poin pada Maret 2025 menjadi 109,68 poin pada Maret 2026,” ungkap Kepala BPS Provinsi Kaltara, Mustaqim, di Tanjung Selor, Kamis.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, sebutnya, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi sebesar 14,60 persen dengan memberikan andil inflasi sebesar 1,08 persen.
“Komoditas dengan andil inflasi besar pada kelompok ini adalah komoditas emas perhiasan. Komoditas lain di luar kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan andil inflasi dominan adalah tarif listrik dan tarif air minum PDAM,” bebernya.
Sementara itu, lanjutnya, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi terdalam secara tahunan pada Maret 2026 adalah kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga dengan andil deflasi sebesar 0,02 persen.
“Komoditas yang mengalami deflasi pada kelompok ini adalah komoditas sabun detergen bubuk dan pengharum cucian atau pelembut dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,02 persen,” katanya.
Lebih jauh ia merinci perkembangan inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Maret 2026 tercatat ada kenaikan sebesar 0,57 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 109,06 pada bulan Februari 2026, menjadi 109,68 poin pada Maret 2026. Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year-to-date (ytd), tercatat sebesar 1,14 persen.
Kelompok pengeluaran dengan andil inflasi (month-to-month) terbesar, papar dia, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,53 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,50 persen.
“Komoditas yang mendorong inflasi kepada kelompok makanan, minuman dan tembakau ini di antaranya adalah cabai rawit dengan andil inflasi 0,24 persen, kemudian daging ayam ras dengan andil inflasi 0,13 persen,” papar dia.
Kemudian kelompok transportasi, kata dia, juga tercatat memberikan andil inflasi (month-to-month) sebesar 0,09 persen dengan inflasi bulanan sebesar 0,76 persen dan komoditas yang mendorong inflasi pada kelompok transportasi ini yaitu pada komoditas angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,10 persen.
Mustaqim juga memaparkan untuk komoditas yang menjadi pendorong inflasi dan deflasi pada bulan Maret 2026. Ada lima komoditas yang menjadi pendorong utama inflasi atau komoditas dengan andil inflasi (month-to-month) terbesar pada bulan Maret 2026 ini adalah, yang pertama cabai rawit dengan andil inflasi 0,24.
Berikutnya daging ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,13 persen, lalu angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,10 persen, serta ikan bandeng atau ikan bolu dan telur ayam rasa dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,05 persen.
“Lima komoditas penahan utama inflasi atau memberikan andil pada deflasi secara (month-to-month), yang pertama adalah emas perhiasan dengan andil deflasi sebesar 0,06 persen karena ada tren penurunan harga emas pada bulan Maret 2026. Juga komoditas sawit hijau, kangkung dan angkutan laut dengan andil deflasi masing-masing 0,03 persen serta bayam dengan andil deflasi sebesar 0,01 persen,” ungkapnya.
Dia juga memaparkan inflasi tahunan pada Maret 2026 pada tiga kota IHK di Kaltara, di mana di Kota Tarakan terjadi inflasi sebesar 3,81 persen, di Tanjung Selor terjadi inflasi sebesar 3,06 persen dan di Kabupaten Nunukan terjadi inflasi tahunan sebesar 1,96 persen.
“Secara kalender di Kota Tarakan terjadi inflasi sebesar 1,06 persen, kemudian di Tanjung Selor terjadi inflasi tahun kalender sebesar 0,53 persen dan di Kabupaten Nunukan sebesar 1,60 persen,” sebut dia.
Baca juga: BPS: Ketimpangan pengeluaran penduduk Kaltara alami penurunan
Baca juga: Animo masyarakat tinggi, BI Perpanjang Jadwal Pemesanan Penukaran
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
