
Kelola Potensi Maritim, Kaltara dan Sabah Sinergi Bangun Ekonomi Biru

Tanjung Selor (ANTARA) - Jajaki peluang bangun ekonomi biru, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Indonesia bersama Pemerintah Negeri Sabah, Malaysia sinergi mengelola potensi maritim melalui kerangka ‘Cross-Regional Blue Economy Initiative’.
“Sebenarnya banyak potensi-potensi yang dapat menghasilkan pundi-pundi di Kalimantan Utara ini. Salah satunya potensi ekonomi biru,” ujar Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang diwawancara usai Welcome Dinner di Aula Kantor Gubernur Kaltara di Tanjung Selor, Selasa malam (7/4).
Tentu, kata dia, kerja sama yang diarahkan pada ‘nature-based solutions’ yang menempatkan kelestarian alam sebagai solusi pembangunan ini akan banyak menghasilkan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Karena itu, dalam kegiatan antar pemerintah dua negara yang berada di kawasan perbatasan ini dijadwalkan akan berkunjung ke Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan untuk bersama-sama menanam mangrove.
“Jadi insya Allah besok kita akan ke Desa Tepian untuk menanam mangrove dan melihat progres yang sudah dijalankan di sana,” katanya.
Desa Tepian, akan menjadi lokasi percontohan proyek ekonomi biru yang akan dikembangkan oleh Kaltara dan Sabah.
“Dari Desa Tepian ini, kita akan membuat di beberapa lokasi lagi di Kaltara. Saya sangat optimis kerja sama ini bisa berjalan. Karena hasil dari kegiatan ini nanti akan masuk dana untuk pembangunan di Kaltara,” ucapnya.
Ketua Pegawai Penyelaras Sekretariat Sabah Maju Jaya, Datuk Haji Datu Rosmadi Datu Sulai, JP selaku ketua delegasi dari Pemerintah Negeri Sabah mengatakan bahwa dalam kunjungan ini telah dilakukan pertemuan dan diskusi terkait peluang pembangunan ekonomi biru.
“Tadi kita mengadakan perbincangan dua arah di antara dua negeri, Sabah Maju Jaya dan juga Kaltara. Jadi ini merupakan salah satu agenda dalam pembangunan ekonomi biru di antara dua negeri ini, Kaltara dan Negeri Sabah,” ungkapnya.
Dijelaskan, dalam diskusi itu membahas bagaimana membangun mekanisme untuk melakukan kerja sama dan juga mengeksplorasi apa potensi-potensi yang ada.
Karena, lanjutnya, kedua kawasan ini mempunyai mangrove yang paling terbesar. “Kalau di Malaysia di Negeri Sabah dan Kalau di Indonesia adalah Provinsi Kaltara yang mempunyai mangrove yang luas,” jelasnya.
Dengan sinergi nantinya ia harapkan bisa menjadikan Sabah dan Kaltara yang berada di satu Pulau Borneo, jadi pemain utama dalam ekonomi biru seperti saat ini ada Amazon, Amerika, dan Kongo, Afrika.
“Inilah potensi yang nanti akan kita kembangkan dan akan menggelar pertemuan-pertemuan dan perbincangan dua arah antara dua negeri, Kaltara dan Negeri Sabah,” katanya.
Baca juga: Sabah-Kaltara Eksplorasi Peluang Kerja Sama Pembangunan Ekonomi Biru
Baca juga: Pemerintah Negara Bagian Sabah Akan Berkunjung ke Kaltara
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
