
Investor Tertarik Bangun Jaringan Kereta Api di Kaltara

Tanjung Selor (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyambut baik adanya calon investor yang tertarik akan membangun jaringan perkeretaapian di Provinsi Kaltara.
“Ada perusahaan yang tertarik membangun jaringan perkeretaapian di Kaltara. Calon investor sudah melakukan pertemuan dengan Bapak Gubernur di Jakarta,” ujar Kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara), Idham Chalid, di Tanjung Selor, Provinsi Kaltara, Kamis.
Adapun calon investor yang datang membawa tawaran investasi besar kepada Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang di Badan Penghubung (Banhub) Provinsi Kaltara di Jakarta, Selasa (21/4) itu adalah PT. Indonesia Transit Synergy (INTRA).
“Alhamdulillah artinya ada perkembangan ya mengenai konektivitas di Kaltara khususnya untuk transportasi antarmoda ini yang baru muncul yaitu perkeretaapian,” ucapnya.
Dijelaskan, gagasan adanya perkeretaapian di Kaltara bukan hal baru. Sejak tahun 2015, pemerintah daerah telah menyusun masterplan yang masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) 2030.
“Kegiatan penyusunan dokumen-dokumen perencanaannya itu sudah pernah dilaksanakan pada tahun 2015, baik studi kelayakannya maupun masterplan khusus untuk trase Tanjung Selor - Mangkupadi dan Tanah Kuning – Mangkupadi,” bebernya.
Namun, kata dia, studi kelayakan dan masterplan tersebut juga harus menyesuaikan dengan kondisi maupun peraturan yang ada sekarang. Apalagi, saat ini sudah ada Ibu Kota Nusantara (IKN). Sehingga jaringan perkeretaapian sampai ke Kalimantan Timur dan ke seluruh Kalimantan.
“Harapan kita bisa secepatnya membuat nota kesepahaman. Kalau memungkinkan di tahun ini disegerakan,” katanya.
Dengan itu, lanjutnya, makan bisa menyesuaikan kegiatan untuk perencanaan pembangunan di tahun anggaran berikutnya dan juga pihaknya juga akan segera melakukan koordinasi dengan kementerian perhubungan, karena kewenangannya di pusat.
Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang dalam pertemuan tersebut menyambut baik rencana tawaran investasi dengan optimisme. Ia melihat proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya bersyukur PT. INTRA ini akan berinvestasi membangun jaringan kereta api di Kaltara. Mudah-mudahan akan berdampak positif bagi masyarakat Kaltara pada khususnya dan Kalimantan pada umumnya,” ujarnya.
Kehadiran perkeretaapian diyakini akan mengubah wajah konektivitas Kaltara. Di mana tentunya, kata Zainal, nantinya tak hanya menghubungkan antar wilayah di Kaltara, tapi menjangkau seluruh Kalimantan, termasuk negara tetangga Brunei Darussalam dan Malaysia.
Karena itu, ia berharap rencana pembangunan jaringan perkeretaapian ini tak hanya sekadar wacana. Sebab itulah membuktikan keseriusannya, ia mengundang langsung calon investor dalam hal ini PT. INTRA untuk melakukan penandatanganan nota kesepahaman tersebut di ibu kota Kaltara, di Tanjung Selor.
“Saya mengundang PT INTRA untuk datang ke Tanjung Selor, ibukota Kaltara ketika draf MoU ini sudah selesai dikaji, kita lanjutkan penandatanganan di Bumi Benuanta,” ucapnya.
Baca juga: Eks Dirjen Kereta Api Prasetyo tersangka korupsi, ini kasusnya
Baca juga: Menhub: Pembangunan jalur kereta otonom tanpa rel di IKN selesai
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
