
BPDP Bersama DJPb Kaltara Dorong UMKM Naik Kelas

Tanjung Selor (ANTARA) - Melalui sinergi perkebunan dan perbendaharaan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan (Kaltara) mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas.
Adapun upaya menaikkan kelas UMKM di Kaltara tersebut, BPDP bersama DJPb Kaltara menggelar edukasi workshop UMKM Perkebunan selama dua hari, 23-24 April di Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Kaltara, Jalan Sutoyo, Tanjung Selor, Provinsi Kaltara.
“Kegiatan ini sebenarnya kegiatan Kementerian Keuangan ya, atau khususnya Dirjen Perbendaharaan. Jadi kami berkolaborasi dengan salah satu Badan Layanan Umum (BLU), yaitu BPDP yang untuk target utamanya UMKM-UMKM,” ujar Kepala Kanwil DJPb Kaltara, Ika Hermina, Kamis.
Dalam agenda dua hari yang diikuti 30 pelaku UMKM Kaltara ini, sebutnya, terdapat beberapa sesi. Ada sesi edukasi dari Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) terkait bagaimana cara dan syarat ekspor. Kemudian juga ada sesi dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terkait perpajakan untuk UMKM. Di mana, UMKM juga mendapatkan relaksasi pajak serta insentif dari pemerintah.
“Nah jadi melalui kegiatan ini kami bersama BPDP berkolaborasi memajukan UMKM lebih meningkatkan lagi pemberdayaan UMKM-UMKM kami di Kaltara,” katanya.
Selain edukasi tersebut, lanjutnya, juga ada pelatihan pembuatan produk kuliner yang mendatangkan khusus seorang chef untuk memberikan pelatihan agar supaya kualitas produknya meningkat.
“Kalau naik kelas tadi ketika bicara ekspor, ketika berbicara perpajakannya dan satu kunci yang juga harus kita tingkatkan UMKM ini kualitas produknya itu sendiri. Makanya kami berkolaborasi dengan BPDP dan BPDP memfasilitasi mendatangkan chef,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah mengungkapkan bahwa pihaknya sebagai BLU Kementerian Keuangan di bawah Dirjen Perbendaharaan berkolaborasi ke lapangan, salah satunya ke wilayah DJPb Kaltara. Sebab, potensi sawit di Kaltara juga besar.
“Tujuan bersamanya selain tadi mengangkat UMKM-UMKM yang berbasis sawit tadi, sebenarnya kami juga melakukan kampanye positif tentang sawit. Karena sawit salah satu penghasil devisa negara yang besar,” ungkapnya.
Dengan edukasi dan pelatihan ini, lanjutnya, UMKM-UMKM Kaltara akan tahu bahwa produk sawit tersebut tidak hanya yang banyak orang tahu adalah minyak goreng. Sawit, katanya, bisa diolah menjadi berbagai produk, termasuk kuliner.
“Kita bawa chef dan kebetulan untuk saat ini kita fokusnya ke kuliner yang berbasis makanan seperti umbut sawit bisa dibikin apa. Nah itu kita beri pengetahuan dan akan kita demokan langsung bagaimana cara memasaknya,” katanya.
Baca juga: DJPb Kaltara sebut penyaluran KUR capai Rp162,7 miliar per 30 April
Baca juga: Kondisi perekonomian Kaltara menguat
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
