
Kaltara Investment Forum 2026 Dihadiri Investor dari Tiga Negara

Tanjung Selor (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menggelar Kaltara Investment Forum (KIF) 2026 dan tahun ini selain dihadiri para investor nasional, juga dihadiri investor dari tiga negara.
“Bisa dilihat di sini kan ada tiga negara yang hadir, dari Korea, Malaysia dan Singapura. Kemarin dari Australia juga datang, cuman karena mereka tidak sempat ke sini menghadiri ini karena mereka harus kembali ke Tarakan,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Ferry Ferdinan Bohoh, Kamis.
KIF yang tahun ini dilaksanakan di Kantor Gubernur Kaltara dengan mengangkat ‘Mendorong Pertumbuhan Investasi Berkelanjutan di Kaltara melalui Pariwisata dan Pengembangan Sektor Hilir”, kata Ferry, merupakan agenda tahunan yang digelar Pemprov Kaltara dengan tujuan utama memperkenalkan potensi daerah yang ada di Kaltara.
“Kaltara ini kan kaya dengan segala macam jenis sumber daya alam, mirip dengan Kalimantan Timur ada tambang dan industri,” katanya.
Dalam forum ini, kata dia, juga dipaparkan berbagai potensi investasi lainnya, termasuk rencana food estate ke depannya untuk persiapan lumbung pangan memasok ke Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI).
Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang saat membuka KIF 2026 mengatakan diselenggarakannya KIF bertujuan meningkatkan aktivitas investasi, khususnya pada sektor pariwisata dan hilirisasi yang diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat struktur ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
“Kita semua tentu berharap bahwa investasi yang masuk pada sektor-sektor tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan akses permodalan bagi pelaku UMKM lokal,” ujarnya.
Baca juga: Wakil Dubes Australia Kunjungi SDN 015 dan Samsat Bulungan
Baca juga: Ruang Fiskal Terbatas, Kaltara Optimalkan Gali Potensi PAD
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
