
Gubernur Kaltara Kunjungi Mahasiswi yang Diduga Jadi Korban Penyekapan

Tanjung Selor (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang bergerak cepat memberi dukungan moril serta pendampingan dengan mengunjungi langsung mahasiswi asal Kaltara yang diduga menjadi korban penyekapan dan kekerasan seksual di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Ya, tadi malam kita mengunjungi untuk memberikan dukungan moril dan pendampingan,” ujar Gubernur Kaltara dikonfirmasi, Jumat.
Gubernur Kaltara mengungkapkan dirinya kebetulan ada agenda di Makassar, sehingga setelah mendengar kabar ada salah seorang mahasiswi Kaltara diduga mengalami kejadian yang tidak mengenakan itu, ia menyempatkan diri mengunjunginya ke asrama dengan didampingi oleh pihak kepolisian dari Polsek Tamalate, Polrestabes Makassar.
Melihat kondisi yang ada, Gubernur Zainal berharap agar media tidak memberitakan tentang korbannya, tapi lebih kepada bagaimana mendorong agar kasus tersebut segera bisa terungkap.
“Saya meminta kepada teman-teman media jangan di-blow up korbannya, yang harus di-blow up itu bagaimana kita bersama-sama mencari pelaku ini,” katanya.
Menurutnya, privasi korban harus dijaga dengan tidak menyebarluaskan informasi yang dapat berdampak pada kondisi mental korban.
“Kasihan dia secara psikologis. Ini yang perlu kita tangani segera dan dari psikolog kita sudah meminta bantuan,” tuturnya.
Gubernur Kaltara juga memohon bantuan kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel untuk menindaklanjuti kasus tersebut sampai terungkap.
“Mohon Bapak Kapolda Sulawesi Selatan untuk menindaklanjuti kasus ini sampai kasus ini terungkap,” pintanya kepada Kapolda Sulsel.
Dia juga memohon bantuan kepada masyarakat Sulsel bersama-sama dengan aparat penegak hukum untuk bisa menangkap pelaku.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, kata Zainal, berupaya maksimal membantu pemulihan psikologis dan juga terus mendampingi korban.
“Itu kita carikan jalan keluar terhadap korban, kita minta pendampingan pastinya dari psikolog sehingga bagaimana untuk mengobati trauma. Karena ini betul-betul trauma yang sangat dalam,” ungkapnya.
Baca juga: DPRD Kaltara sampaikan 21 rekomendasi atas LKPj Gubernur TA 2025
Baca juga: Pemprov Kaltara Terapkan PKAA, Pengusaha Angkutan Minta Timbal Balik
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
