
Penyederhanaan Prosedur, Karantina Kaltara Buka Klinik Ekspor

Tarakan (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong pelaksanaan ekspor langsung komoditas perikanan unggulan Kaltara secara berkelanjutan dan meningkat dengan membuka klinik ekspor.
Kepala BKHIT Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan klinik ekspor sebagai upaya menyederhanakan prosedur lintas instansi sehingga mempermudah para eksportir mengekspor komoditas perikanan unggulan Kaltara.
"Klinik ekspor ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha, termasuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), untuk konsultasi, pendampingan administrasi, hingga pemenuhan dokumen ekspor," ujarnya di Tarakan, Jumat.
Ichi mengatakan tidak hanya soal konsultasi dan pendampingan, pihaknya juga menyilakan menggunakan fasilitas penunjang di lingkungan karantina secara gratis sebagai bentuk insentif untuk mempercepat layanan ekspor langsung.
"Karantina juga membuka instalasi untuk dimanfaatkan pelaku usaha. Ada fasilitas untuk komoditas hidup, segar, dan beku,” katanya.
Bahkan, lanjutnya, untuk mengemas ulang, pengisian oksigen, dan penambahan es, dapat difasilitasi secara gratis sebagai insentif. Tentu, kata dia, kebijakan tersebut telah dikonsultasikan ke tingkat pusat, sehingga dapat diterapkan sebagai bagian dari dukungan percepatan ekspor daerah.
Klinik ekspor sudah dibuka dan Ichi menyilakan pelaku usaha datang untuk mendapatkan pendampingan mulai dari awal hingga pengurusan dokumen dan persyaratan.
Adapun fasilitas yang disiapkan, sebutnya, memiliki kapasitas memadai untuk mendukung aktivitas ekspor melalui jalur udara, termasuk penanganan komoditas hidup dalam jumlah besar.
"Untuk komoditas hidup, kapasitasnya dapat mencapai 100 hingga 200 boks, tergantung kebutuhan. Fasilitas ini siap mendukung kegiatan ekspor," ujarnya.
Baca juga: BKHIT Kaltara Dorong Tingkatkan Ekspor Langsung Melalui Laut dan Udara
Baca juga: Tarakan Jadi Pintu Gerbang Ekspor Indonesia Bagian Utara
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
