Logo Header Antaranews Kaltara

Perusahaan di Bulungan Diminta Buat Proyeksi Kebutuhan Tenaga Kerja

Sabtu, 13 Juni 2026 18:45 WIB
Image Print
Para pelamar kerja saat mengikuti Bulungan Job Fair 2026 di Gedung Wanita, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (9/6/2026). (ANTARA/Agus Salam)

Tanjung Selor (ANTARA) - Bupati Bulungan, Syarwani meminta perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membuat proyeksi kebutuhan tenaga kerja hingga lima tahun ke depan.

Permintaan ini disampaikan Syarwani untuk mengetahui data valid kebutuhan tenaga kerja sesuai spesifikasi dan disiplin ilmu yang dibutuhkan perusahaan sebagai upaya mengurangi angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Bulungan.

“Kita ingin mendapatkan data yang valid akan kebutuhan tenaga kerja. Jadi saya minta tolong kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Bulungan membuat proyeksi kebutuhan tenaga kerja hingga lima tahun ke depan,” ujar Syarwani, Sabtu.

Bupati Bulungan mengapresiasi dan berterima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang sudah berinvestasi di Bulungan dan telah membantu pemerintah daerah untuk membuka peluang-peluang lapangan pekerjaan.

Disebutkannya, dengan adanya kawasan industri di Bulungan saat ini, kurang lebih ada 12 ribu orang telah bekerja di sana. Jumlah itu, kata dia, akan semakin bertambah jika perusahaan-perusahaan lainnya mulai beroperasi.

Namun yang menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan hari ini adalah bagaimana bisa mengoptimalkan penyerapan tenaga lokal.

“Pemerintah daerah punya beban karena kita punya peraturan daerah bagaimana mengakomodasi warga masyarakat lokal minimal 80 persen penyerapan tenaga kerja dan itu belum maksimal kita implementasikan,” katanya.

Tentu, kata Syarwani, ia memahami bahwa untuk bisa masuk di angka 80 persen ini harus disertai dengan kapasitas kompetensi. Karena itulah ia meminta perusahaan membuat proyeksi kebutuhan tenaga kerja lengkap dengan spesifikasi dan disiplin ilmu yang dibutuhkan.

“Kita harapkan dari teman-teman sektor swasta, minimal dalam proyeksi tiga tahun atau lima tahun jenis pekerjaan apa yang dibutuhkan disampaikan. Nanti akan kita coba membedah dan kita siapkan kompetensi anak-anak kita di Kabupaten Bulungan,” ujarnya.

Sehingga, lanjutnya, pemerintah bisa membuat program-program pelatihan untuk masyarakat Kabupaten Bulungan yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan.

“Sampaikan ke Distransnaker (Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja) proyeksi kebutuhan tenaga kerja perusahaan di lima tahun ke depan dengan berbagai macam spesifikasi latar belakang keahlian dan kompetensi yang harus dipenuhi,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka TPT di Kabupaten Bulungan mulai tahun 2022-2025 terus menurun. Di tahun 2022, TPT Kabupaten Bulungan 5,03 persen, tahun 2023, 4,54 persen, tahun 2024, 4,33 persen dan tahun 2025 semakin menurun yaitu 4,14 persen.
Baca juga: Nilai Investasi Triwulan Pertama 2026 di Bulungan Capai Rp10 Triliun
Baca juga: Bulungan Job Fair 2026, 23 Perusahaan Buka 672 Lowongan Kerja



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026