
Petani Nelayan Kabupaten Malinau Diminta Belajar dan Bangun Jejaring

Malinau (ANTARA) - Bupati Malinau, Wempi W. Mawa meminta peserta dari Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang mengikuti Pekan Nasional (Penas) XVII Petani Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo untuk belajar dan membangun jejaring.
Hal itu diungkapkan saat melepas keberangkatan sebanyak 40 peserta dari Kabupaten Malinau yang terdiri dari unsur Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), petani andalan, Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku usaha pertanian, serta para pendamping di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau, Senin.
“Saya berharap peserta tidak hanya hadir sebagai penggembira. Harus mampu menunjukkan prestasi, berbagi pengalaman, sekaligus belajar dari daerah lain yang telah berhasil mengembangkan sektor pertaniannya,” ujarnya.
Penas Petani Nelayan, kata Wempi, merupakan ajang tertinggi bagi petani dan nelayan. Karena itu ia meminta agar kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk belajar dan bertukar pengalaman.
Sebab, lanjutnya, acara yang dihadiri ribuan petani, nelayan dan berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia itu sangat strategis untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta memperkenalkan berbagai potensi daerah.
“Jangan lupa meminta kontak orang-orang yang berhasil. Belajar dari mereka akan membantu kita untuk ikut berhasil,” katanya.
Kegiatan nasional ini diharapkan Wempi menjadi kesempatan dan harus digunakan sebaik-baiknya oleh peserta dari Malinau demi kemajuan pertanian Kabupaten Malinau.
Wempi juga meminta seluruh peserta mampu menjadi duta yang baik dengan memahami bidang yang mereka wakili supaya dapat menjelaskan potensi, tantangan, hingga inovasi yang telah dilakukan dalam usaha masing-masing, baik di sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan maupun bidang lainnya.
“Kegiatan seperti Penas Petani Nelayan ini menjadi kesempatan penting untuk kita mengadopsi berbagai inovasi yang dapat diterapkan di Kabupaten Malinau,” tuturnya.
Oleh sebab itu, ia mengharapkan peserta dari Malinau dapat berkeliling mengunjungi stan peserta dari daerah lainnya untuk berdiskusi secara langsung, sehingga dapat memperoleh referensi baru terkait peningkatan produksi, pemasaran, hingga pengembangan produk unggulan daerah.
“Bangun komunikasi dan buka jejaring dengan peserta dari berbagai daerah. Dengan kita belajar langsung dari pelaku usaha yang berhasil akan mempercepat peningkatan kapasitas dan membuka peluang kerja sama di masa mendatang,” ujarnya.
Sekali lagi ia meminta agar peserta dari Malinau memanfaatkan dengan baik kesempatan tersebut. Karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mengikutsertakan peserta dari Malinau sebagai bentuk dukungan dan upaya meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha pertanian.
"Keberangkatan ini bukan hanya untuk kepentingan organisasi, tetapi membawa nama baik masyarakat Kabupaten Malinau. Harus menjadi motivasi baru, semangat baru, sekaligus membawa ilmu-ilmu baru yang dapat diterapkan di daerah," katanya.
Selain itu, Bupati Wempi juga berpesan agar seluruh rombongan dari Malinau untuk menjaga kesehatan, disiplin, dan menjaga sikap selama mengikuti kegiatan yang diselenggarakan 20–25 Juni 2026.
“Saya berharap seluruh peserta dapat kembali ke Malinau dengan membawa pengalaman, pengetahuan, dan semangat baru untuk dibagikan kepada masyarakat sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat kemandirian sektor pertanian di Bumi Intimung,” katanya.
Baca juga: Bandara Malinau Bidik Rute Baru Penerbangan ke Samarinda
Baca juga: Bupati Minta 381 Ketua RT Entaskan Kemiskinan di Kabupaten Malinau
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
