Logo Header Antaranews Kaltara

Pemerintah Siapkan Akademi Olahraga dan Anggaran Tahunan Bagi Atlet

Senin, 22 Juni 2026 21:52 WIB
Image Print
Foto udara Stadion GOR H Agus Salim yang akan dibongkar di Padang, Sumatera Barat, Selasa (9/6/2026). Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 miliar untuk rekonstruksi total stadion dan kawasannya yang akan digarap selama 18 bulan ke depan dan diimbau pedagang agar mengosongkan area karena akan dilakukan penutupan total pada 15 Juni 2026. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/YU

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Republik Indonesia menyiapkan sejumlah strategi jangka panjang dan program unggulan untuk mendorong kemajuan ekosistem olahraga nasional melalui akademi olahraga dan anggaran jangka panjang atau multiyears.

“Tidak hanya dalam sepak bola, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah strategi jangka panjang untuk kemajuan olahraga nasional lainnya,” kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari dalam siaran resmi di Jakarta, Senin.

Qodari menjelaskan salah satu program utama yang dirancang oleh pemerintah adalah pembangunan Akademi Olahraga. Fasilitas ini nantinya akan berfungsi sebagai pusat pembinaan terpadu bagi para talenta muda dari berbagai cabang olahraga di tanah air.

Melalui keberadaan akademi tersebut, pemerintah berharap proses pencarian, pembinaan, serta pengembangan bakat atlet dapat dilakukan secara lebih terstruktur sejak usia dini. Langkah ini esensial dalam mencetak generasi atlet yang mampu mendulang prestasi tinggi di masa depan.

Pemerintah juga telah menyusun program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang. Demi menjamin keberlangsungan program tersebut, skema pendanaan tahun jamak (multiyears) akan disiapkan untuk menyokong operasionalnya.

Komitmen pembinaan yang inklusif ini juga menyasar para atlet disabilitas di Indonesia. Pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem olahraga bagi difabel, salah satunya melalui pembekalan kompetensi pascakompetisi.

“Pemerintah akan memperkuat program pembinaan mereka melalui pemberian sertifikasi kepelatihan,” kata Qodari.

Menurut Qodari, sertifikasi tersebut bertujuan untuk membuka peluang bagi para atlet disabilitas agar tetap bisa berkontribusi di dunia olahraga setelah mereka pensiun. Dengan modal pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, mereka dapat melanjutkan kiprah sebagai pelatih yang membina generasi atlet berikutnya.

Langkah taktis ini melengkapi perhatian Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya sinergi kelembagaan dalam membangun prestasi olahraga.

Qodari menegaskan bahwa membangun prestasi bukan sekadar memenangkan pertandingan hari ini, melainkan menyiapkan generasi juara untuk tahun-tahun yang akan datang.

Baca juga: Nobar Maroko-Brasil, Olahraga Sambil Kulineran di Tepian Sungai Kayan
Baca juga: Pekan Olahraga Pegadaian 2026 "Rise, Compete, Celebrate" Semarakkan HUT ke-125



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026