
Polda Kaltara Jaga Pintu Gerbang Negara di Perbatasan

Tanjung Selor (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menyebut bahwa wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara memiliki tantangan yang khas sebagai penjaga pintu gerbang negara di perbatasan.
“Sebagai provinsi perbatasan, kita memiliki tantangan yang khas, kita menjaga pintu gerbang negara,” ujarnya dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Lapangan Apel Markas Polda Kaltara, Rabu.
Dengan berada di wilayah hukum provinsi yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia, kata Kapolda, maka Polda Kaltara menghadapi ancaman penyelundupan, narkotika, perdagangan orang, kejahatan lintas batas maupun gangguan keamanan da ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah terpencil.
“Kita berbatasan dengan Malaysia. Potensi ancamannya tentu terkait dengan masalah masuknya narkoba, human trafficking, kemudian barang-barang ilegal yang masuk ke wilayah kita,” katanya.
Wilayah Kaltara, kata Irjen Djati, merupakan wilayah Kalimantan yang terujung wilayah utara dengan potensi ancaman yang berbeda dengan Kalimantan-Kalimantan lainnya. Karena itulah pengamanan wilayah Kaltara juga jadi atensi pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Indonesia dan itu menjadi tanggung jawab Polda Kaltara.
“Itu merupakan kebijakan dari pimpinan negara, Bapak Presiden untuk menuntaskan dan menjaga supaya masyarakat kita tidak terpengaruh dengan hal-hal kejahatan yang bisa meresahkan dan merugikan keuangan negara,” ujarnya.
Selain tantangan yang khas di wilayah perbatasan, kata Kapolda Kaltara, saat ini juga personel Polri dihadapkan dengan tekanan strategi berubah dengan cepat, perkembangan teknologi informasi, kemajuan kecerdasan buatan, kejahatan siber, perdagangan orang, narkotika serta berbagai kejahatan lintas negara menuntut Polri untuk terus meningkatkan kompetensi.
Karena itu, tegasnya, tidak ada lagi ruang bagi personel yang bekerja dengan pola-pola lama. Setiap anggota Polri harus menjadi pembelajar seumur hidup, terus meningkatkan kemampuan, terus berinovasi dan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Kita bekerja lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih solid dan jangan pernah merasa puas dengan capaian yang sudah kita capai. Karena setiap hari masyarakat menunggu bukti kinerja kita semua,” tuturnya.
Polda Kaltara memiliki satu Kepolisian Resor Kota (Polresta) yaitu Polresta Bulungan, kemudian empat Kepolisian Resor (Polres), yaitu Polres Tarakan, Polres Tana Tidung, Polres Malinau dan Polres Nunukan. Dari lima wilayah hukum Polres tersebut, ada dua yang Polresnya berbatasan langsung dengan negara Malaysia, yaitu Polres Malinau dan Polres Nunukan.
Baca juga: Pemprov Kaltara Percepat Penyusunan Usulan DAK 2027
Baca juga: Wagub Perkuat Sinergi Kaltara-Kaltim untuk Akselerasi Konektivitas Perbatasan
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
