
Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Silaturahmi dan Belanja Warga Bulungan

Tanjung Selor (ANTARA) - Nonton bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 yang digelar oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI) Stasiun Kalimantan Utara (Kaltara) di kawasan Car Free Day (CFD) Tebu Kayan, Tanjung Selor menjadi ajang silaturahmi dan belanja warga masyarakat Kabupaten Bulungan.
“Kita berharapnya dilaksanakan setiap minggu ya, karena kita bisa nobar bersama teman-teman sambil berbelanja dan kulineran di CFD Tebu Kayan,” ujar Desi, warga Jalan Tiga Tawai, Tanjung Selor, Minggu.
Perempuan yang mengidolakan pesepakbola asal Portugal, Cristiano Ronaldo ini menilai nobar yang digelar TVRI juga berdampak positif kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sepanjang kawasan CFD Tebu Kayan.
“Tentunya kalau nobar itu pasti dibarengi dengan jajan-jajan ya. Jadi nobar ini lebih membantu UMKM yang ada di CFD. Jadi warga-warga yang ada di luar sekalian jajan, sekalian nonton, sekalian seru-seruan bareng,” katanya.
Hendra, Warga Bulungan beralamat di Tanjung Palas ini mengaku rela menyeberang sungai ke Tanjung Selor untuk bisa nobar di kawasan CFD Tebu Kayan.
“Tadi menyeberang pakai perahu tambangan karena sudah janjian sama teman-teman nobar Paraguay dan Prancis,” ungkapnya.
Ia mengaku bisa saja menonton sendiri di rumah, namun euforianya berbeda dan tidak bisa berbelanja atau kulineran.
“Kalau nobar kan seru. Di CFD Tebu Kayan juga banyak UMKM jual makanan dan camilan, jadi kita bisa nobar sambil ngemil dan silaturahmi sama teman-teman,” tuturnya.
Sementara itu, Ilham pedagang sate di kawasan CFD Tebu Kayan mengaku penjualannya naik mencapai 50-80 persen dari biasanya.
“Biasanya itu paling 50 porsi, tapi dengan adanya nobar piala dunia ini bisa sampai 100-130 porsi terjual,” ujarnya.
Kemudian pelaku UMKM lainnya yang berjualan di lokasi yang sama mengaku penjualannya juga meningkat.
“Biasanya hanya sekitar 80-100 gelas, tapi dengan adanya nobar Sabtu-Minggu, bisa sampai 150 gelas kopi terjual,” ujar Arul, pedagang kopi.
Harga kopi dan minuman lainnya yang ia jual bervariasi, mulai Rp20 ribu sampai Rp25 ribu.
“Alhamdulillah lumayan signifikan jumlah yang terjual saat ada nobar yang diselenggarakan TVRI dari hari biasanya,” katanya.
Kepala TVRI Stasiun Kaltara, Agung Kameswara mengungkapkan bahwa TVRI Stasiun Kaltara sudah menggelar beberapa kali nobar piala dunia di kawasan CFD Tebu Kayan.
Lokasi tersebut ia nilai sangat cocok untuk nobar dan berdampak positif bagi pelaku UMKM yang berjualan di sepanjang Tepian Sungai Kayan.
“Kita laksanakan nobar di kawasan CFD Tebu Kayan ini Sabtu-Minggu dan sudah lima pekan kita laksanakan,” katanya.
Agung menyebut bahwa TVRI Stasiun Kaltara juga melaksanakan nobar di beberapa tempat lainnya di Kaltara.
“Kita juga menggelar nobar di Festival Rakyat 2026 di Lapangan Agathis, Tanjung Selor. Di sana nanti banyak kegiatan masyarakat dan melibatkan banyak UMKM,” ungkap dia.
Baca juga: Nobar Maroko-Brasil, Olahraga Sambil Kulineran di Tepian Sungai Kayan
Baca juga: Nobar Piala Dunia 2026, TVRI Kaltara Rangkul UMKM
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
