Logo Header Antaranews Kaltara

Pemkab Bulungan Dorong Pembentukan Dewan Kesenian Daerah

Minggu, 5 Juli 2026 22:39 WIB
Image Print
Bupati Bulungan, Syarwani menghadiri Festival Bulungan Hibot 2026 sebagai ajang pelestarian budaya dan kesenian di Kabupaten Bulungan, Sabtu malam (4/7/2026) di Taman Budaya, Tanjung Palas, Provinsi Kaltara. (ANTARA/HO-DKIP Bulungan)

Tanjung Selor (ANTARA) - Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan tengah mendorong pembentukan Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Bulungan.

“Pemkab tengah mendorong pembentukan Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Bulungan sebagai wadah berhimpunnya para pelaku seni budaya dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan daerah,” ujarnya di Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Minggu.

Syarwani mengatakan Pemkab Bulungan telah menggelar dan terus mendukung aktivitas masyarakat dalam berkegiatan kesenian. Salah satunya diwadahi dengan Festival Bulungan Hibot 2026 yang berlangsung sejak 3-4 Juli dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Dalam Festival Bulungan Hibot itu kita berbagai macam kegiatan untuk anak-anak, pelajar hingga masyarakat umum. Antara lain Fun Race 100 Meter Tingkat Pelajar Open Kaltara, Lomba Mewarnai, Lomba Fotografi serta Lomba Muda Berkarya (Madya) yang menjadi wadah pelestarian seni budaya sekaligus ruang kreativitas bagi generasi muda,” ungkapnya.

Kegiatan yang melibatkan masyarakat berkesenian dan olahraga tersebut, kata Syarwani, juga berdampak positif kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), di mana selama pelaksanaan festival selama dua hari perputaran ekonomi mencapai Rp65 juta.

“Festival ini bukan hanya sekadar melestarikan seni dan budaya, tetapi juga memberikan panggung dan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk terlibat serta memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah,” katanya.

Festival yang dilaksanakan di Taman Budaya Tanjung Palas tersebut, lanjutnya, merupakan komitmen Pemkab Bulungan dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal agar tetap dikenal oleh generasi penerus. Sama seperti beberapa festival yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Malinau melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Kabupaten Bulungan, yaitu Tempayan Fest.

“Harapan kita dengan adanya festival-festival ini anak-anak dan cucu-cucu kita mengetahui bahwa Kabupaten Bulungan memiliki kekayaan seni budaya dan kearifan lokal yang harus terus dijaga, dirawat, dan dilestarikan bersama,” katanya.

Untuk itu, Syarwani mengajak para orang tua, guru, pegiat seni budaya, serta para penutur bahasa daerah untuk terus mengenalkan bahasa dan budaya lokal kepada anak-anak melalui pendidikan formal maupun di lingkungan keluarga.

Selain itu, Bupati Syarwani juga menegaskan bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya melalui kesenian, Pemkab Bulungan juga membangun tiga rumah adat suku asli Kabupaten Bulungan, yakni rumah adat Suku Dayak, Suku Bulungan, dan Suku Tidung di kawasan Kebun Raya Bunda Hayati pada tahun 2026.

Keberadaan rumah adat ini, kata dia, nantinya diharapkan menjadi pusat pembelajaran budaya bagi para pelajar sekaligus destinasi wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Kami berharap kawasan Kebun Raya Bunda Hayati nantinya menjadi sarana edukasi budaya sekaligus destinasi wisata yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk berbagai kegiatan dengan latar rumah adat sebagai identitas daerah," katanya.
Baca juga: Bulungan Ikuti Regulasi Pusat Penerapan Batas Maksimal Belanja Pegawai
Baca juga: TAKE Bulungan Hijau Antar Pemkab Bulungan Raih Penghargaan Nasional di CitalokaFest 2026



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026