
Bupati Malinau: Pendidikan Tak Hanya Fokus Pada Peningkatan Akademik

Malinau (ANTARA) - Bupati Malinau, Wempi W Mawa menegaskan untuk bersaing di era digital, transformasi pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, integritas, moralitas, dan kemampuan peserta didik.
“Perkembangan teknologi menjadi tantangan yang harus dihadapi dunia pendidikan,” ujarnya saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepala Sekolah 2026 di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau, Prioritas Kalimantan Utara (Kaltara), Senin.
Melalui pelatihan bertema Transformasi Kepemimpinan, Digitalisasi Pendidikan, Implementasi Kurikulum dan Optimalisasi Tata Kelola Sekolah ini Bupati Malinau berharap para kepala sekolah dan guru agar mampu beradaptasi dengan digitalisasi, memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran, sekaligus memastikan peserta didik tetap memiliki karakter dan integritas yang kuat.
Wempi mendorong seluruh kepala sekolah untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan teknologi, termasuk memperkuat komunikasi dan pengawasan terhadap sekolah melalui berbagai platform digital.
“Perkembangan teknologi seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan hingga ke wilayah terpencil,” katanya.
Bupati Malinau di kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan dasar peserta didik, terutama membaca, menulis, dan berhitung. Sebab itu ia berharap tidak ada lagi siswa yang naik jenjang pendidikan tanpa memiliki kemampuan literasi yang memadai.
“Minimal ketika mereka menyelesaikan pendidikan dasar, mereka mampu membaca dan berhitung dengan baik, serta memiliki bekal pengetahuan untuk melanjutkan pendidikan maupun menghadapi kehidupan,” ujarnya.
Bupati Wempi juga mengingatkan, pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan sekolah. Gurulah yang diharapkan menjadi teladan dalam membangun akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab dan nilai-nilai integritas kepada peserta didik.
“Keberhasilan seorang guru tidak hanya diukur dari prestasi akademik siswa, tetapi juga dari kemampuannya membina anak-anak yang sebelumnya kurang disiplin menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Agar pembinaan karakter anak berjalan selaras antara lingkungan, keluarga dan sekolah, dia juga meminta sekolah memperkuat komunikasi dengan para orang tua.
Selain itu, dia juga mengajak satuan pendidikan memanfaatkan potensi daerah sebagai bagian dari proses pembelajaran, baik itu pengenalan budaya lokal, bahasa daerah, sumber daya alam, hingga berbagai profesi di lingkungan sekitar yang dinilai penting untuk memperluas wawasan dan cita-cita peserta didik.
“Kita ingin anak-anak Malinau memiliki kompetensi, kapasitas, dan karakter sehingga mampu bersaing di mana pun mereka berada tanpa kehilangan jati diri dan kecintaan terhadap daerahnya,” katanya.
Pelatihan yang diikuti ratusan kepala sekolah dan guru se-Kabupaten Malinau ini diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BPKP) Kabupaten Malinau yang juga difasilitasi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kaltara.
Baca juga: Bandara Malinau Bidik Rute Baru Penerbangan ke Samarinda
Baca juga: Bupati Minta 381 Ketua RT Entaskan Kemiskinan di Kabupaten Malinau
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
