Logo Header Antaranews Kaltara

Pemprov Kaltara Minta Investor dan Industri Besar Serap Produk Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 18:20 WIB
Image Print
Sekprov Kaltara Denny Harianto menyapa dan berdialog langsung dengan para pelaku UMKM di area pameran Festival Rakyat 2026 di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Provinsi Kaltara, Senin (20/7/2026) malam. (ANTARA/HO-DKISP Kaltara)

Tanjung Selor (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Sekretaris Provinsi (Sekprov) Denny Harianto meminta agar investor dan industri besar yang perusahaannya beroperasi di Kaltara untuk menyerap produk lokal.

“Investor dan industri besar yang beroperasi di Kaltara tidak boleh mendatangkan bahan baku atau kerajinan dari luar daerah jika potensi tersebut bisa dipenuhi oleh UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) kita,” ujarnya di Tanjung Selor, Provinsi Kaltara, Selasa.

Denny menyebutkan, saat ini di Kaltara 51.840 UMKM yang tersebar di lima kabupaten/kota. Pemprov Kaltara, lanjutnya, memberikan pendampingan aktif agar UMKM mendapat pelayanan terbaik dan tidak berjuang sendirian dalam meningkatkan kualitas produk dan kapasitas usaha.

Karena itu, kata Sekprov Kaltara, pada momen penutupan Festival Rakyat 2026, Senin (20/7) malam, Pemprov Kaltara juga meluncurkan program Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara (SINERGI Kaltara) sebagai langkah strategis menghubungkan UMKM dengan rantai pasok industri besar di daerah.

“Saya ingin mengingatkan kita bahwa sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang terbukti tetap bertahan saat krisis seperti masa pandemi Covid 19 dan masa-masa krisis lainnya,” katanya.

Sebab itulah, ia sangat mengapresiasi peran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltara bersama berbagai pihaknya lainnya yang membuka ruang untuk UMKM Kaltara berusaha dengan menggelar Festival Rakyat Kaltara 2026.

Pada malam penutupan, Sekprov Kaltara mendengarkan langsung berbagai pengalaman pelaku UMKM selama festival berlangsung, mulai dari tantangan penjualan hingga peningkatan omzet yang dirasakan masyarakat.

Karena itu Pemprov Kaltara tidak ingin pelaku UMKM hanya sekadar balik modal setelah mengikuti kegiatan festival rakyat tersebut.

“Kita ingin ada pendampingan yang matang agar para pelaku usaha meraih keuntungan nyata dan berkelanjutan. Perputaran uang di masyarakat harus terus berjalan positif,” tutur Denny.

“Salah satu pengakuan yang menarik perhatian datang dari pedagang pentol di area festival, ia mengaku mampu meraih omzet hingga Rp2 juta per malam selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Kalau dikalkulasikan selama 11 malam, kata Denny, maka pendapatan penjual pentol itu bisa mencapai Rp22 juta dan itu menjadi bukti bahwa ruang yang disediakan pemerintah seperti festival rakyat tersebut memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Pemerintah daerah bersama Kadin akan terus hadir memfasilitasi. UMKM harus diberi ruang untuk tumbuh dan menjadi penyangga utama perekonomian Kaltara,” katanya.

Ketua Kadin Kaltara Kilit Laing menyebutkan ada 50 stan UMKM yang dihadirkan dalam Festival Rakyat Kaltara 2026 dan itu sebagai upaya membuka ruang usaha bagi pelaku UMKM lokal.

“Festival Rakyat Kaltara 2026 yang digelar 9-20 Juli kita hadirkan 50 stan jajanan kuliner dari pelaku UMKM lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan kegiatan seperti inilah kita kuatkan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Baca juga: Bangun Perbatasan, Gubernur Diguyur Dua Penghargaan Nasional IPSEA 2026
Baca juga: Pemprov Kaltara Digitalisasi Retribusi Daerah Untuk Maksimalkan PAD



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026