Logo Header Antaranews Kaltara

Pemprov Kaltara Tetap Terapkan WFA Untuk Efisiensi Anggaran

Rabu, 29 Juli 2026 16:40 WIB
Image Print
ASN di lingkungan Pemprov Kaltara tetap melaksanakan WFA setiap Jumat. (ANTARA/Agus Salam)

Tanjung Selor (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menilai penerapan Work From Anywhere (WFA) mulai awal Maret lalu hingga saat ini efektif untuk efisiensi anggaran, sehingga tetap diterapkan setiap Jumat.

“WFA tetap kita laksanakan karena kondisi APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kita tidak memungkinkan dan saat ini kita sedang melakukan efisiensi,” ujar Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Denny Harianto, di Tanjung Selor, Kaltara, Rabu.

Denny menegaskan, penerapan WFA di lingkungan Pemprov Kaltara tidak mengurangi secara kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebab, pihaknya sudah mengatur agar pelayanan dasar yang berkaitan langsung dengan masyarakat harus tetap maksimal.

“Kalau terkait pelayanan yang berhadapan langsung dengan masyarakat seperti di rumah sakit, pendidikan dan pelayanan umum lainnya itu sudah di atur shift-shift-an,” katanya.

Sedangkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melaksanakan WFA, lanjutnya, juga diwajibkan telepon selulernya terus aktif apabila dibutuhkan koordinasi dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, pegawai yang WFA juga harus melaporkan apa yang dikerjakan selama WFA serta wajib mengisi E-Kinerja dan itu tidak bisa dikarang-karang.

“Nah itu diawasi oleh pimpinan langsung di atas masing-masing perangkat daerah. Karena jika tidak melaporkan dan mengisi E-Kinerja akan mendapat pemotongan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai),” tuturnya.

Denny mengaku juga berdiskusi dengan para ASN dan mereka tetap komitmen melaksanakan WFA. Menurut mereka, lanjutnya, tetap bekerja dan hanya tempat saja yang berbeda.

“Secara tanggung jawab mereka sepenuh hati. Mereka juga sudah dikasih haknya tinggal menjalankan kewajiban dan sebagainya,” katanya.

Terkait seberapa efektif menghemat anggaran, dia menegaskan sebulan setelah diterapkan bisa efisiensi anggaran operasional perkantoran sampai Rp400 juta.

“Kemarin kan di awal-awal itu pas masuk bulan Ramadhan dan kebetulan juga ada pengurangan jam kerja, itu kita menghemat kurang lebih Rp400 juta untuk operasional di beberapa gedung yang kita miliki,” katanya.

Angka itu, kata dia, bisa dilihat pembandingnya dengan bulan-bulan sebelumnya melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

“Jadi sangat efektif penerapan WFA untuk efisiensi dan itu kita belum menghitung biaya bahan bakar kendaraan yang dikeluarkan secara pribadi ASN,” ujarnya.

Ada kurang lebih 6.000 pegawai Pemprov Kaltara yang menurutnya jika dalam sehari melaksanakan WFA dan kendaraan bermotornya tidak ke kantor maka juga akan menghemat bahan bakar sesuai harapan pemerintah pusat efek dari penerapan WFA.

“6.000 pegawai kita kalikan berapa liter dia pulang pergi, berapa jumlahnya. Jadi selain berdampak pada efisiensi di lingkungan Pemprov Kaltara juga efisiensi penggunaan bahan bakar bagi kendaraan yang digunakan pegawai,” katanya.
Baca juga: Pemkab Bulungan Rancang Draf Perbup Hak Kades Setelah Purnatugas
Baca juga: HAN ke-42, Pemkab Bulungan latih ketahanan mental anak sejak dini



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026