Logo Header Antaranews Kaltara

Malaysia Jadikan Malinau Referensi Pengembangan Kawasan Pedalaman

Kamis, 30 Juli 2026 13:33 WIB
Image Print
Wakil Bupati Malinau Jakaria saat menerima kunjungan dari Institute Development Studies (IDS) Sabah, Malaysia dalam rangka belajar terkait pengembangan kawasan pedalaman di Kabupaten Malinau, Rabu (29/7/2026). (ANTARA/HO-Diskominfo Malinau)

Malinau (ANTARA) - Pembangunan di kawasan pedalaman Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai berhasil. Karena itu Sabah, Malaysia menjadikannya referensi untuk pengembangan kawasan pedalamannya.

“Kita menerima kunjungan silaturahmi dari Institute Development Studies (IDS), Sabah, Malaysia. Mereka melakukan studi mengenai pembangunan daerah, khususnya pengembangan kawasan pedalaman,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Malinau Jakaria di Malinau, Kamis.

Wabup Malinau mengatakan, rombongan dari IDS Sabah pada awalnya memiliki tujuan utama mengunjungi wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, sebagai daerah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia.

Namun, mereka juga menyempatkan diri berkunjung ke Kabupaten Malinau, Rabu (29/7) untuk melihat secara langsung perkembangan Bumi Intimung yang dinilai berhasil membangun kawasan pedalaman sejak dimekarkan tahun 1999 dari Kabupaten Bulungan.

“Ada terdapat salah satu wilayah di Sabah yang memiliki karakteristik hampir sama dengan Kabupaten Malinau,” katanya.

Karena itulah, lanjutnya, mereka ingin mempelajari berbagai strategi pembangunan yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau sebagai bahan kajian untuk pengembangan kawasan Kalabakan dalam 10 tahun ke depan.

Pada pertemuan tersebut, lanjut Wabup Jakaria lagi, Pemkab Malinau memberikan gambaran bagaimana masyarakat Malinau mampu membangun daerahnya sendiri.

“Pemerintah memberikan pengetahuan dan pengalaman agar masyarakat dapat berkreasi, mengembangkan potensi yang dimiliki, serta memanfaatkan budaya dan tradisi sebagai nilai ekonomi yang turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah," ujar Jakaria.

Keberhasilan pembangunan di Malinau, tegasnya, tidak terjadi secara instan. Proses panjang dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat sehingga mampu berdaya saing, mengembangkan potensi lokal, serta tetap menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Tentu dengan adanya kunjungan studi ini, katanya, menjadi motivasi Kabupaten Malinau untuk terus berinovasi dalam pembangunan.

"Apresiasi ini menjadi pemicu bagi pemerintah dan masyarakat Malinau untuk terus bergairah membangun daerah. Bukan kita yang mengatakan sudah maju, tetapi pihak luar yang datang langsung dan melihat perkembangan Malinau," ujarnya.

Ketua Rombongan IDS Sabah, Mansalasa bin Musa mengatakan Malinau dipilih menjadi tempat studi karena memiliki karakteristik wilayah yang hampir serupa dengan Kalabakan, yakni sama-sama berada di kawasan pedalaman.

“Kami datang untuk melihat dan mempelajari best practice yang dilakukan Kabupaten Malinau. Hasil kunjungan ini akan menjadi bahan dalam kajian penyusunan Rencana Strategis Pembangunan Daerah Kalabakan untuk periode 2026 hingga 2035,” ujarnya.

Mansalasa menilai keberhasilan Malinau dalam membangun wilayah menjadi daya tarik tersendiri bagi tim dari Sabah. Berbagai pengalaman dan kebijakan yang diterapkan Pemkab Malinau akan menjadi referensi dalam menyusun rekomendasi bagi Pemerintah Sabah.

Adapun aspek yang menjadi fokus pembelajaran selama kunjungan, kata dia, yaitu di antaranya pengelolaan lingkungan, sistem administrasi pemerintahan, pengembangan sektor pariwisata, pertumbuhan ekonomi daerah, hingga strategi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bagaimana Malinau membangun daerahnya sehingga berkembang seperti sekarang, itulah yang ingin kami pelajari dan jadikan panduan dalam laporan kajian kami kepada Pemerintah Sabah,” katanya.
Baca juga: Senator DPD RI Serap Aspirasi Dunia Pendidikan di Kabupaten Malinau
Baca juga: Pemkab Malinau jadikan RT ujung tombak penanganan stunting



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026