
Banjir dan longsor landa dua kecamatan di Nunukan

Nunukan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan menyebutkan hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin dini hari menyebabkan banjir dan longsor di dua kecamatan di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
“Sekitar pukul 03.50 Wita sampai dengan pukul 06.22 Wita, Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan telah terjadi hujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan terjadinya banjir dan longsor di beberapa titik di dua kecamatan tersebut,” ujar Hasanuddin, Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan dikonfirmasi melawan pesan singkat, Senin.
Hasanuddin merincikan banjir terjadi di Desa Persiapan Sei Fatimah, Desa Binusan, Kelurahan Nunukan Selatan, Kelurahan Nunukan Timur, Kelurahan Nunukan Barat dan Kelurahan Nunukan Tengah. Sedangkan tanah longsor, lanjutnya, terjadi di dua titik di Sei Fatimah Eks Tempat Pembuangan dan jalan masuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
“Adapun tinggi muka air banjir tersebut adalah kurang lebih 0,6 - 1 meter dari badan jalan serta tanah longsor yang terjadi di dua titik pada wilayah Kelurahan Nunukan Barat,” katanya.

Dari kejadian bencana alam banjir dan tanah longsor tersebut, kata dia, menimbulkan kerusakan fasilitas umum serta kerugian bagi pemerintah serta masyarakat Kabupaten Nunukan.
“Perkiraan sementara dampak yang ditimbulkan sebanyak kurang 317 unit rumah masyarakat yang terendam banjir dan ada dinding pagar masyarakat mengalami kerusakan dengan kondisi rusak ringan,” ungkapnya.
Sedangkan rumah masyarakat yang terdampak longsor di wilayah Sungai Fatimah, lanjutnya, satu unit dengan kondisi rusak berat dan tiga unit rumah berpotensi mengalami kerusakan.
“Terdapat satu unit rumah dengan kondisi rusak ringan akibat tertimpa pohon yang tumbang,” bebernya.
Akibat banjir ini, lanjutnya lagi, satu unit jembatan di Jalan Fatahilah mengalami kerusakan dengan kondisi rusak sedang dan akibat longsor merusak dinding penahan tanah pada sisi kiri kanan siring Sungai Bolong.
“Akibat banjir satu unit jembatan di jalan Lumba-lumba mengalami kerusakan dengan kondisi rusak ringan dan akibat tanah longsor merusak badan jalan Sei Fatimah dengan kondisi rusak sedang,” jelasnya.
Lahan pertanian, kata Hasanuddin juga terdampak banjir tersebut. Yaitu seluas 25 hektare lahan sawah wilayah yang baru tanam rusak akibat banjir di wilayah Sei Apuk dan seluas 15 hektare lahan sawah di wilayah Binusan
“Juga seluas 20 hektare lahan sawah yang baru tanam rusak akibat banjir di wilayah Sei Fatimah,” katanya.
Baca juga: DPRD Tarakan Tekankan Langkah Taktis Penanganan Banjir Tahun 2026
Baca juga: Cuaca Tak Menentu, Pemprov Kaltara Imbau Waspada Banjir dan Kebakaran
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
