
BPBD Nunukan bantu warga bersihkan rumah bekas banjir dan longsor

Nunukan (ANTARA) - Banjir di dua kecamatan Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sudah surut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membantu membersihkan rumah masyarakat.
“Alhamdulillah banjir sudah surut total,” ujar Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin saat dikonfirmasi kembali melalui pesan singkat Senin malam.
BPBD Nunukan, kata dia, membantu menyedot air di rumah warga yang rumahnya masih ada tergenang air dan juga membersihkan puing-puing atau kotoran bawaan banjir, baik di rumah masyarakat maupun di jalanan.
“Kita juga membantu warga evakuasi harta benda ke tempat yang aman serta melakukan pendataan warga serta aset yang terdampak,” katanya.
Hasanuddin mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan atasan terkait kebutuhan mendesak yaitu penanganan untuk fasilitas umum atau rumah warga untuk menghindari longsoran susulan.
“Kita sudah mengerahkan sumber daya manusia (SDM) dengan dilengkapi peralatan untuk penanganan awal. Kita juga sudah berkoordinasi untuk segera menangani daerah yang rawan terjadi longsor susulan guna menghindari korban jiwa,” ungkapnya.
Sebelumnya, Hasanuddin menyebutkan hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin dini hari menyebabkan banjir dan longsor di dua kecamatan di Kabupaten Nunukan.
“Sekitar pukul 03.50 Wita sampai dengan pukul 06.22 Wita, Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan telah terjadi hujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan terjadinya banjir dan longsor di beberapa titik di dua kecamatan tersebut,” ujarnya.
Dia merincikan, banjir terjadi di Desa Persiapan Sei Fatimah, Desa Binusan, Kelurahan Nunukan Selatan, Kelurahan Nunukan Timur, Kelurahan Nunukan Barat dan Kelurahan Nunukan Tengah. Sedangkan tanah longsor, terjadi di dua titik di Sei Fatimah Eks Tempat Pembuangan dan jalan masuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
“Adapun tinggi muka air banjir tersebut adalah kurang lebih 0,6 – 1 meter dari badan jalan serta tanah longsor yang terjadi di dua titik pada wilayah Kelurahan Nunukan Barat,” katanya.
Dari kejadian bencana alam banjir dan tanah longsor tersebut, lanjutnya, menimbulkan kerusakan fasilitas umum serta kerugian bagi pemerintah serta masyarakat Kabupaten Nunukan.
“Perkiraan sementara dampak yang ditimbulkan sebanyak kurang 317 unit rumah masyarakat yang terendam banjir dan ada dinding pagar masyarakat mengalami kerusakan dengan kondisi rusak ringan,” ungkapnya.
Sedangkan rumah masyarakat yang terdampak longsor di wilayah Sungai Fatimah, kata dia, satu unit dengan kondisi rusak berat dan tiga unit rumah berpotensi mengalami kerusakan.
“Terdapat satu unit rumah dengan kondisi rusak ringan akibat tertimpa pohon yang tumbang,” bebernya.
Akibat banjir ini, lanjutnya lagi, satu unit jembatan di Jalan Fatahilah mengalami kerusakan dengan kondisi rusak sedang dan akibat longsor merusak dinding penahan tanah pada sisi kiri kanan siring Sungai Bolong.
“Akibat banjir satu unit jembatan di jalan Lumba-lumba mengalami kerusakan dengan kondisi rusak ringan dan akibat tanah longsor merusak badan jalan Sei Fatimah dengan kondisi rusak sedang,” katanya.
Lahan pertanian, kata Hasanuddin juga terdampak banjir tersebut. Yaitu seluas 25 hektare lahan sawah wilayah yang baru tanam rusak akibat banjir di wilayah Sei Apuk dan seluas 15 hektare lahan sawah di wilayah Binusan.
“Juga seluas 20 hektare lahan sawah yang baru tanam rusak akibat banjir di wilayah Sei Fatimah,” ujarnya.
Baca juga: Banjir dan longsor landa dua kecamatan di Nunukan
Baca juga: DPRD Tarakan Tekankan Langkah Taktis Penanganan Banjir Tahun 2026
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
