
Kaltara Tawarkan Peluang Investasi Strategis Kepada 14 Dubes

Tanjung Selor (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang menawarkan berbagai peluang investasi strategis kepada 14 Duta Besar (Dubes) negara sahabat.
Penawaran peluang investasi di Kaltara itu disampaikan dalam agenda penjajakan kerja sama pada Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 2026, di Hotel Claro Makassar, Selasa (4/8).
“Kemarin saya di hadapan para duta besar menawarkan berbagai peluang investasi strategis di Kaltara,” ujar Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang dikonfirmasi, Rabu.
Zainal mengaku di hadapan para diplomat dan pelaku usaha, memaparkan potensi-potensi investasi di Kaltara seperti sektor energi hijau, infrastruktur, hilirisasi industri, kelautan, manufaktur, hingga agrobisnis yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan di Kaltara.
Kaltara, lanjutnya, memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina. Sebagai provinsi yang masih berkembang, kata dia lagi, Kaltara juga menawarkan peluang investasi dengan tingkat persaingan yang masih rendah.
"Karena Kaltara ini provinsi baru, kompetitornya belum ada di berbagai sektor. Manakala investor masuk duluan dan serius, kami dari pemerintah daerah siap membantu penuh untuk segala urusannya," katanya.
Pada sektor energi, Gubernur Zainal, memaparkan terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang dan PLTA Sungai Kayan dengan kapasitas total 9.000 megawatt untuk mendukung kebutuhan listrik Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI).
Sementara di sektor infrastruktur, peluang investasi meliputi pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor dan jalan tol penghubung Tanjung Selor menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di sektor kelautan dan manufaktur, investasi yang ditawarkan mencakup pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Tarakan dan Nunukan, kawasan industri perikanan organik, serta pabrik minyak goreng berkapasitas 11.739 ton per tahun.
Adapun pada sektor agrobisnis, Kaltara mempromosikan pengembangan kakao dan kopi di Malinau, serta komoditas unggulan Garam Gunung Krayan dan Beras Adan organik premium.
“Melalui forum business matching ini, Pemerintah Provinsi Kaltara berharap dapat membangun kemitraan strategis dengan investor global untuk mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Gubernur Kaltara.
Baca juga: DPRD-Pemprov Kaltara Setujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025
Baca juga: DPRD dan Pemprov Kaltara Pejuangkan Jalan Krayan di Pusat
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
