Logo Header Antaranews Kaltara

Perpani: Perkembangan olahraga penahan di Kaltara mulai merata

Minggu, 9 Agustus 2026 18:31 WIB
Image Print
Kejuaraan Panahan Bupati Malinau Cup (BMC) ke-V Tahun 2026 diselenggarakan 6-9 Agustus di Kompleks Stadion Utama Kabupaten Malinau dan diikuti 328 atlet dari Provinsi Kaltara, Kaltim hingga dari Surabaya, Jatim. (ANTARA/HO-Prokompim Malinau)

Malinau (ANTARA) - Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kalimantan Utara (Kaltara) Steve Singgih Wibowo mengatakan bahwa perkembangan olahraga panahan di Kaltara mulai merata.

“Sekarang panahan ini sudah bersaing. Tidak seperti dulu hanya Tarakan, tetapi sekarang sudah mulai imbang. Ada Bulungan dan Malinau yang sudah tumbuh, kemudian Tana Tidung dan Nunukan juga mulai berkembang,” ujarnya di Malinau, Minggu.

Hal tersebut dia ungkapkan saat melihat langsung pelaksanaan Kejuaraan Panahan Bupati Malinau Cup (BMC) ke-V Tahun 2026 di Kabupaten Malinau, 6-9 Agustus 2026 yang diikuti 328 atlet dari lima kabupaten/kota se-Kaltara dan juga dari Berau, Kalimantan Timur serta dari Surabaya, Jawa Timur.

“Panahan merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) individu yang memiliki ukuran prestasi cukup jelas. Setiap atlet dapat dinilai berdasarkan perolehan poin dan catatan hasil pertandingan,” katanya.

Karena itu, menurut Steve, kejuaraan di daerah menjadi penting sebagai bagian dari proses seleksi dan pembinaan menuju ajang yang lebih tinggi, termasuk persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) tahun depan.

Dari melihat langsung Kejuaraan Panahan BMC, menurutnya persaingan cukup ketat, sehingga itulah penanda bahwa olahraga panahan di Kaltara mulai merata dan bisa bersaing secara nasional bahkan internasional.

Pada ajang PON XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara lalu, atlet Kaltara meraih medali emas, yaitu atlet beregu putri, Ashila Mutia Pratiwi (Bulungan), Dzakiya Amalia Putri (Malinau), dan Dzakira Aulia Putri (Malinau).

Sebab itu, Steve Singgih Wibowo mengapresiasi langkah Kabupaten Malinau menggelar Kejuaraan Panahan BMC sebagai pembinaan dan mencari bibit atlet-atlet untuk masa depan panahan Kaltara, bahkan Indonesia.

“Kejuaraan seperti BMC menjadi bagian penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menemukan bibit-bibit baru yang berpotensi membawa nama Kaltara di tingkat nasional,” ujarnya.

Ketua Panitia Kejuaraan Panahan BMC ke-V Tahun 2026 Helmi Pandawa menyebutkan Kejuaraan Panahan BMC tahun ini diikuti 328 peserta dari lima kabupaten/kota se-Kaltara dan luar Kaltara.

“Kejuaraan Panahan BMC Tahun 2026 diikuti 328 peserta dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Kaltara, dan juga ada dari Berau, Kaltim serta dari Surabaya, Jatim,” ujarnya.

Kejuaraan panahan yang digelar di kompleks Stadion Utama Kabupaten Malinau ini, sebut Helmi, dilaksanakan selama empat hari mulai 6-9 Agustus dan sebagai ajang pemanasan untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kaltara yang mana Kabupaten Malinau akan menjadi tuan rumah November akan datang.

Adapun kategori yang dipertandingkan yaitu divisi recurve umum 70 meter, barebow legend 30 meter, compound umum 50 meter, barebow umum 50 meter, nasional U10 10 meter, nasional U13 30 meter, nasional U13 20 meter dan nasional U18 40 meter.

“Peserta tahun ini tergolong lebih banyak dari tahun sebelumnya hanya mencapai 200an lebih. Untuk tuan rumah sendiri mengirimkan ada sekitar 83 atlet,” katanya.
Baca juga: Malinau gerakan ekonomi dan pariwisata melalui event keolahragaan
Baca juga: Malinau siapkan destinasi wisata untuk Porprov II Kaltara 2026



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026