Logo Header Antaranews Kaltara

Dishut Kaltara libatkan masyarakat cegah dan padamkan kebakaran hutan

Rabu, 12 Agustus 2026 21:11 WIB
Image Print
Petugas dari Brigdal Karhutla Dishut Kaltara bekerja sama dengan berbagai instansi terkait lainnya memadamkan karhutla di wilayah Kaltara. (ANTARA/HO-Dishut Kaltara)

Tanjung Selor (ANTARA) - Selain mengandalkan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdal Karhutla), Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) juga melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk mencegah dan memadamkan karhutla.

“Kita dibantu sama MPA yang kita bentuk. Mereka yang melakukan deteksi dan penanganan dini serta menyampaikan ke Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH),” ujar Kepala Bidang Perlindungan, Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dishut Kaltara Maryanto di Tanjung Selor, Kaltara, Rabu.

Dishut Kaltara, kata Maryanto, awalnya membentuk dua MPA di kabupaten/kota se-Kaltara, yaitu di desa/kelurahan yang rawan kebakaran hutan.

Kini MPA bentukan bersama KPH mencapai puluhan, di mana paling banyak di Kabupaten Malinau sebanyak 21 MPA, kemudian disusul Kabupaten Tana Tidung 14 MPA, Nunukan 11 MPA, Bulungan 10 MPA dan Kota Tarakan 4 MPA.

“Mereka kita bekali alat-alat pemadam sederhana seperti Jet Shooter (alat pompa punggung manual), kemudian cangkul, sekop, parang dan peralatan lainnya,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut dia mengungkapkan, tahun ini direncanakan pengadaan mesin pompa mini yang diprioritaskan untuk ditempatkan di daerah-daerah rawan karhutla, namun karena keterbatasan anggaran pengadaan tertunda.

Diakui Maryanto, dalam beberapa seminggu ini pihaknya mencatat ada terjadi beberapa kali karhutla di kabupaten/kota yang luasan lahan yang terbakar ada 5 - 6 hektare hingga 20 hektare.

“Yang belakangan ini kita lakukan pemadaman ada di Tarakan, Bulungan, Tana Tidung dan juga di Malinau,” katanya.

Untuk pencegahan dan pemadaman karhutla, lanjutnya, Dishut Kaltara memiliki tiga regu Brigdal Karhutla di masing-masing KPH kabupaten/kota dan juga tiga regu di Kantor Dishut Kaltara yang selalu siap siaga.

“Setiap KPH ada tiga regu, satu regu 15 orang dan dinas sendiri ada tiga regu. Jadi total ada 18 regu yang siap memang turun ke lapangan,” kata Maryanto.

Untuk peralatan dan kendaraan untuk pengendalian karhutla, Dishut Kaltara kata dia, saat ini memiliki kendaraan roda enam water suplay sebanyak 9, kendaraan roda empat slip on 10 unit, mobil personel dalkarhutla 5 unit dan speedboat 2 unit.

“Untuk peralatan lainnya ada mesin pompa pemadam portable ada 10 unit, pompa apung 4 unit, jet shooter 30 unit, selang pemadam 115 unit, alat pelindung diri 48 set dan beberapa peralatan lainnya,” sebutnya.

Walaupun dengan siap siaganya personel Brigdal Karhutla dan MPA, ia mengharapkan kepada masyarakat agar saat ini tidak membakar lahan atau kebun.

Karena, kata dia, dalam beberapa hari ini cuaca di Kaltara sangat panas, angin juga cukup kencang dan itu bisa tidak terkendali jika melakukan pembakaran lahan dan hutan untuk membuka lahan perkebunan atau pertanian.

“Kita melalui teman-teman KPH dan juga MPA terus memberikan imbauan agar sementara tidak membakar lahan untuk membuka kebun atau pertanian karena kondisi tidak pernah hujan,” katanya.
Baca juga: Antisipasi Karhutla, Dishut Bentuk Satgas dan MPA
Baca juga: Jaga Alam-Sejahterakan Masyarakat, Dishut Teken Kesepakatan dengan Medco



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026