Logo Header Antaranews Kaltara

Bupati Bulungan: Karhutla harus dideteksi dan ditangani sedini mungkin

Jumat, 21 Agustus 2026 20:13 WIB
Image Print
Bupati Bulungan Syarwani mengecek peralatan untuk kesiapsiagaan penanganan karhutla di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara Kamis (20/8/2026). (ANTARA/HO-DKIP Bulungan)

Tanjung Selor (ANTARA) - Bupati Bulungan Syarwani menegaskan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dideteksi dan ditangani sedini mungkin.

“Kemarin (Kamis) kita melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di Halaman Kantor Camat Tanjung Palas Barat,” ujar Bupati Bulungan Syarwani di Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat.

Menurutnya penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Tapi diperlukan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, pemegang izin lahan, masyarakat hingga para pemangku kepentingan lainnya.

“Pencegahan jauh lebih penting, sehingga setiap potensi kebakaran harus dapat kita deteksi dan tangani sedini mungkin. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan harus kita bangun bersama,” katanya.

Karena itu, kata Syarwani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menggelar apel kesiapsiagaan dengan gelar pasukan, peralatan, simulasi hingga sosialisasi penanganan karhutla.

“Ini sebagai upaya kita memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, instansi terkait, pemerintah kecamatan dan desa, serta para pemegang perizinan atau perusahaan yang memiliki aktivitas di Kabupaten Bulungan,” ujarnya.

Syarwani menilai sinergi dan kolaborasi penanganan karhutla sangat penting, sebab kondisi geografis dan luasan wilayah Kabupaten Bulungan membutuhkan kesiapan personel maupun sarana prasarana yang memadai.

Sebab itulah koordinasi antar wilayah dan antar instansi perlu terus diperkuat, terutama pada wilayah yang memiliki potensi terjadinya karhutla.

Kemudian, Bupati Syarwani juga mengingatkan para pemegang perizinan lahan agar menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga wilayah kerja masing-masing.

Ia mengharapkan perusahaan tidak hanya memiliki personel dan peralatan pemadam, tetapi juga membangun sistem pencegahan serta respons cepat apabila terjadi titik api.

“Yang paling utama adalah bagaimana kita mencegah terjadinya kebakaran. Namun apabila terjadi, harus ada respons cepat dan koordinasi yang baik agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” tegasnya.

Yang lebih penting lagi, lanjutnya, masyarakat juga harus berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu karhutla.

“Peran masyarakat sangat penting sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan melaporkan apabila ditemukan indikasi kebakaran. Mari kita jaga lingkungan dan wilayah kita dari karhutla,” ujar Syarwani.
Baca juga: BMKG: Ada 33 titik panas di Kaltara
Baca juga: Pemerintah dan swasta bahu membahu padamkan karhutla di Bulungan



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026