Logo Header Antaranews Kaltara

Pemkot Tarakan tutup akses ke Amal, karena kebakaran batu bara di bawah jalan

Senin, 24 Agustus 2026 15:35 WIB
Image Print
Wali Kota Tarakan Khairul bersama Forkopimda Kota Tarakan saat meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan menuju akses Pantai Amal, Tarakan, Senin (24/8). (ANTARA/Susylo Asmalyah) 

Tarakan (ANTARA) - Pemerintah Kota Tarakan mengambil langkah tegas dengan menutup sementara akses jalan utama yang menghubungkan kawasan Pantai Amal dan Universitas Borneo Tarakan (UBT).

Keputusan ini diambil menyusul ditemukannya aktivitas kebakaran tambang batu bara di bawah permukaan tanah yang menjalar hingga di bawah badan jalan.

"Kondisi ini membahayakan pengguna jalan karena rongga di bawah aspal telah kosong akibat batu bara yang terbakar. Penutupan akses jalan berlaku mulai hari ini demi menjamin keselamatan masyarakat," kata Wali Kota Tarakan Khairul saat meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan menuju akses Pantai Amal, Tarakan, Senin.

Dia menjelaskan karena batu baranya di bawah jalan ini dan separuh jalan sudah kosong di bawah, karena kebakaran dari batu bara, dikhawatirkan kalau ada warga yang melintasi jalan tersebut bahaya.

Untuk menjaga mobilitas warga, Pemkot Tarakan bersama instansi terkait telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif dari kedua arah.

Dari arah kota menuju Pantai Amal, kendaraan dialihkan melalui jalan rigid beton di depan Markas Marinir, melintasi jembatan, menyusuri kawasan wisata pantai Ratu Intan, hingga ke area permukiman warga.

Kemudian dari arah Pantai Amal, untuk akses kendaraan dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui Karungan.

Masyarakat juga dapat menggunakan akses jalan TMMD yang telah dibangun sebelumnya untuk menembus ke area depan Marinir.

Pembuatan kolam resapan

Wali kota menambahkan bahwa salah satu teknis penanganan pemadaman api untuk karhutla yang disebabkan api dari batu bara adalah pembuatan kolam resapan.

"Pemkot akan membuat kolam-kolam penampungan air kecil di sekitar titik lokasi untuk memadamkan api secara perlahan serta mencegah potensi percikan api baru," kata Khairul.

Hal tersebut dilakukan berdasarkan rekomendasi teknis dari Sucofindo dan PT Pertamina yang berpengalaman menangani fenomena api dalam sekam/batu bara, penanganan akan dilakukan secara menyeluruh, katanya.

Kemudian metode berikut adalah pemutusan badan jalan, dimana jalan akan dipotong total dan dikeruk, hingga kedalaman tertentu untuk memutus rantai penyebaran api ke area yang belum terbakar.

Khairul mengatakan penanganan darurat ini melibatkan sinergi penuh antara Pemkot Tarakan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pendidikan Kota, Dinas Kesehatan), unsur Forkopimda dari Polres Tarakan, Kodim, Satlantas, Lantamal XIII serta akademisi UBT.

"Pasokan air pemadaman akan didukung oleh pihak UBT, sementara pengerukan material jalan ditangani oleh Dinas PU," kata Khairul.

Sedangkan personel TNI dan Polri bersama pihak kecamatan dan kelurahan dikerahkan untuk melakukan sosialisasi jalur alternatif serta pengamanan sosial di masyarakat.

Baca juga: Pemkot Tarakan Kembali Gelar Gerak Jalan, Setelah Absen 17 Tahun
Baca juga: Wali Kota Tarakan Dukung Penataan Pemakaman, Tekankan Keamanan dan Kontur Lahan



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026