Logo Header Antaranews Kaltara

Terdampak kabut asap karhutla, DPRD Kaltara tunda rapat paripurna

Senin, 31 Agustus 2026 19:00 WIB
Image Print
Rapat Paripurna Ke-17 Masa Persidangan III Tahun 2026 dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (31/8/2026) di Kantor DPRD Kaltara ditunda karena tidak kuorum akibat terdampak kabut asap karhutla. (ANTARA/Agus Salam)

Tanjung Selor (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terpaksa menunda rapat paripurna karena kehadiran anggota DPRD tidak kuorum akibat terdampak kabut asal kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ini tadi tidak kuorum itu karena beberapa anggota yang tidak hadir, mengingat di wilayahnya termasuk di Nunukan itu lagi berasap, mengingat anak-anak sekolah juga diliburkan,” ujar Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie di Kantor DPRD Kaltara, Tanjung Selor, Senin.

Dalam Rapat Paripurna Ke-17 Masa Persidangan III Tahun 2026 dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 itu hanya dihadiri kurang dari separuh anggota DPRD, sehingga dinyatakan tidak kuorum.

Rapat Paripurna yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala tersebut sempat dibuka oleh Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie yang didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Kaltara Muhammad Nasir dan Muddain, namun sempat diskor karena belum kuorum sambil menunggu kedatangan anggota lainnya.

“Jadi mereka itu sebelumnya minta untuk ditunda beberapa waktu untuk paripurna ini. Tapi karena kita sudah terlanjur membuat undangan, jadi kita harus menghadirkan sesuai yang kita sepakati bersama,” jelas Achmad Djufrie.

Lanjut dijelaskannya, sebenarnya di dalam tata tertib (tatib) pihaknya bisa menggunakan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2024 pasal 239 ayat 1 huruf D yang menyebutkan bahwa dalam keadaan bencana alam dan non alam bentuk kehadiran rapat dapat dilakukan secara virtual.

Namun, karena ada keragu-raguan untuk menggunakan rapat virtual dengan melihat situasi tanggap darurat yang belum diberlakukan di Kaltara, maka urung dilakukan secara virtual untuk anggota DPRD lainnya yang tidak bisa hadir langsung karena kabut asap.

“Kalau memang situasinya begitu berat, itu bisa kita menggunakan tatib ini, tapi kalau biasa-biasa saja kita tidak bisa menggunakan. Karena ada keragu-raguan, jadi lebih baik kita menunda supaya nanti bisa kuorum paripurna ini hingga kita dapat hasil,” katanya.

Sesuai ketentuan, lanjutnya, pelaksanaan Rapat Paripurna KUA-PPAS ini bisa dilaksanakan sampai 10 September mendatang. Jadi masih ada waktu untuk tahapannya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan menyampaikan bahwa jarak pandang di Kaltara saat ini hanya 500-4.000 meter dan kondisi terburuk saat malam hari.

“Kondisi terburuk akibat kabut asap dari karhutla ini terjadi pada malam hari ketika jarak pandang turun hingga 500 meter yang sempat disertai kabut (fog) akibat kelembapan udara yang tinggi serta angin yang sangat lemah, sehingga asap dan uap air lebih mudah terakumulasi di dekat permukaan,” ujar Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Agus Ariyanto.

Pada periode yang sama, lanjutnya, pemantauan satelit juga menunjukkan adanya sejumlah titik panas (hotspot) di Kaltara, terutama di Kabupaten Bulungan, serta beberapa titik di Malinau dan Nunukan.

Menurutnya keberadaan hotspot dapat menjadi indikasi adanya sumber asap, namun belum dapat dipastikan seluruh asap yang teramati berasal dari titik-titik tersebut, karena penyebaran asap sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin serta kondisi atmosfer.

Secara sederhana, kondisi asap yang persisten didukung oleh adanya hotspot di beberapa wilayah dan angin yang lemah, sehingga asap cenderung bertahan dan menyebabkan jarak pandang menurun, terutama pada malam hingga dini hari.

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat dan aktivitas penerbangan yang memerlukan jarak pandang baik,” katanya.
Baca juga: Jarak pandang di Kaltara 500-4.000 meter, kondisi terburuk malam hari
Baca juga: Asap Karhutla, Disdikbud Bulungan terapkan BDR bagi satuan pendidikan



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026