
Pemkab Malinau bangun ekosistem literasi melalui partisipasi semesta

Malinau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terus membangun ekosistem literasi melalui pendekatan partisipasi semesta, dengan melibatkan pemerintah, sekolah, perpustakaan, keluarga, komunitas, pemerintah desa, dunia usaha hingga berbagai mitra pembangunan.
Wakil Bupati (Wabup) Malinau Jakaria mengatakan melalui pendekatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malinau bersama para penggiat literasi terus membina Taman Baca Masyarakat (TBM), meningkatkan kapasitas pengelola, serta membangun jejaring literasi hingga ke tingkat desa.
“Perpustakaan sekolah, perpustakaan desa dan TBM juga terus kita dorong untuk saling terhubung dalam satu ekosistem pembelajaran yang saling mendukung,” kata Jakaria di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis.
Wabup Jakaria menilai, keberhasilan gerakan literasi tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah perpustakaan atau taman baca, tetapi dari tumbuhnya kesadaran bersama bahwa literasi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, kata dia, Pemkab Malinau menyambut baik penyusunan peta jalan revitalisasi perpustakaan sekolah dan madrasah yang diinisiasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan digelar di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau, Rabu (2/9).
Dia berharap pengalaman Malinau dapat menjadi salah satu pembelajaran bahwa keberhasilan pengembangan perpustakaan tidak hanya bergantung pada ketersediaan gedung dan buku, tetapi juga pada kuatnya kolaborasi antara sekolah, perpustakaan, komunitas, keluarga dan masyarakat.
“Tidak perlu memperpendek sungai atau meratakan gunung. Tugas kita adalah memastikan pengetahuan mampu menjangkau setiap anak, di mana pun mereka tinggal,” katanya.
Masa depan Malinau, tegasnya, tidak ditentukan oleh sungai yang memisahkan desa-desa, melainkan oleh pengetahuan yang mampu menghubungkan generasi muda dengan masa depannya.
Dengan semangat kolaborasi, gotong royong dan kebersamaan, Jakaria optimistis gerakan literasi yang kuat akan melahirkan sumber daya manusia unggul menuju Malinau yang maju, Kaltara yang unggul, serta terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Perencana Ahli Pertama Direktorat Agama, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Bappenas, Setiadi Sulaiman mengatakan perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku. Tapi lebih dari itu, perpustakaan diharapkan menjadi ruang yang mampu menumbuhkan minat baca sekaligus memperkuat kemampuan literasi, khususnya bagi anak-anak.
“Forum Konsultasi Publik Penyusunan Peta Jalan Revitalisasi Perpustakaan Sekolah dan Madrasah menjadi langkah penting dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan literasi, khususnya dalam pengembangan perpustakaan sekolah dan madrasah,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik, tidak hanya sebagai tempat menyimpan koleksi buku, tetapi juga menjadi ruang untuk membuka wawasan dan menambah pengetahuan.
“Perpustakaan bukan hanya tempat menaruh buku, tetapi bagaimana perpustakaan bisa meningkatkan minat baca dan memperkuat kemampuan literasi masyarakat, khususnya anak-anak,” kata Setiadi Sulaiman.
Dia menilai, penyusunan peta jalan revitalisasi perpustakaan sekolah dan madrasah membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Kehadiran unsur pemerintah pusat, Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pemerintah daerah hingga perangkat daerah terkait menjadi bukti bahwa peningkatan literasi merupakan tanggung jawab bersama.
“Urusan literasi dan perpustakaan tidak bisa hanya mengandalkan pusat, dan daerah juga tidak bisa bergerak sendiri. Kita perlu berkolaborasi dan bersinergi,” katanya.
Karena itu, Kementerian PPN/Bappenas, Kemendagri dan Perpusnas menggelar Forum Konsultasi Publik Penyusunan Peta Jalan Revitalisasi Perpustakaan Sekolah dan Madrasah di Kabupaten Malinau dan berharap dapat menghimpun berbagai masukan dan menemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah dan madrasah.
“Hasil dari pertemuan ini nantinya tidak hanya menjadi sebuah perencanaan, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan literasi masyarakat dan dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Malinau,” katanya.
Baca juga: Momentum perkuat toleransi, Malinau siap jadi tuan rumah Pesparani IV
Baca juga: Malinau libatkan desa dan RT percepatan penanggulangan TBC
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
