Logo Header Antaranews Kaltara

Polda Kaltara berhasil padamkan belasan hektare karhutla di Bulungan

Senin, 14 September 2026 16:24 WIB
Image Print
Personel Ditsamapta Polda Kaltara melakukan pemadaman karhutla hingga malam hari di wilayah Kabupaten Bulungan, Minggu (13/9/2026). (ANTARA/HO-Bidhumas Polda Kaltara)

Tanjung Selor (ANTARA) - Direktorat Samapta (Ditsamapta) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama instansi terkait berhasil memadamkan belasan hektare kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bulungan.

“30 personel kita dipimpin IPDA Haris Rohadi bergerak cepat melakukan penanganan karhutla di dua lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Minggu (13/9) siang hingga malam,” ujar Direktur Samapta (Dirsamapta) Polda Kaltara Kombes Pol Andreas Deddy Wijaya di Tanjung Selor, Senin.

Kombes Pol Andreas mengatakan dalam penanganan karhutla di Desa Gunung Sari yang diperkirakan mencapai kurang lebih 13 hektare dan di Desa Apung sekitar 6 hektare itu juga melibatkan 10 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), 10 personel Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), 15 personel TNI serta 10 personel Manggala Agni.

Kekuatan tersebut, lanjutnya, didukung kendaraan dan sarana pemadaman karhutla, di antaranya kendaraan karhutla, Armoured Water Cannon (AWC), mobil operasional dan berbagai peralatan pemadaman lainnya.

“Di lokasi pertama, Desa Gunung Sari, kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WITA. Lahan tersebut sebelumnya telah mendapatkan penanganan, namun kembali memunculkan titik api. Personel kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, pemadaman, pembasahan, dan pendinginan,” katanya.

Diakuinya, kondisi medan yang berupa lahan gambut, rawa, semak, serta pepohonan cukup tinggi menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan.

Terlebih, kata dia, tidak terdapat akses langsung menuju titik api sehingga personel harus melakukan pergeseran melalui jalan utama, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 300 meter sambil membawa peralatan pemadaman.

Untuk mendukung proses pemadaman, lanjutnya, personel memanfaatkan area rawa sebagai sumber air dengan menggunakan floating pump. Air kemudian dialirkan melalui selang pemadam menuju titik api.

“Bersama BPBD dan KPH, personel melakukan pemadaman dan pendinginan secara intensif untuk memastikan bara api tidak kembali menyala dan mencegah api meluas ke area lainnya,” kata Andreas.

Setelah penanganan dilakukan, personel melaksanakan penyisiran dan pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat titik api aktif yang berpotensi kembali menimbulkan kebakaran.

Selanjutnya, sekitar pukul 19.00 WITA, personel bergerak menuju lokasi karhutla kedua di Desa Apung. Di lokasi tersebut, kata Dirsamapta, api masih terlihat pada beberapa bagian lahan. Namun, kondisi medan dan tidak tersedianya akses masuk menuju titik api utama menyebabkan personel belum dapat menjangkau sumber api secara langsung.

“Sebagai langkah antisipasi, personel bersama instansi terkait melakukan pemadaman dan pendinginan pada area pinggir jalan yang merupakan bagian dari lahan bekas terbakar,” ujarnya.

Upaya tersebut dilakukan, kata dia, untuk mencegah munculnya kembali titik api sekaligus mengantisipasi kemungkinan api merambat ke area lainnya.

“Personel tetap siaga dan melakukan pemantauan secara intensif di lokasi dengan tetap menyiagakan sarana dan prasarana pemadaman agar setiap perkembangan situasi, khususnya apabila api membesar atau meluas, dapat segera ditindaklanjuti,” tuturnya.

Respons cepat yang dilakukan oleh Ditsamapta Polda Kaltara ini, lata Andreas, merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen Polda Kaltara dalam mencegah serta menanggulangi karhutla, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, TNI, BPBD, KPH, dan Manggala Agni dalam melindungi masyarakat serta mencegah meluasnya dampak karhutla di wilayah Kaltara.
Baca juga: Warga Sebatik diimbau segera lapor kepolisian jika temukan karhutla
Baca juga: Polda Kaltara Tangani Karhutla dan Sosialisasikan Pencegahan kepada Masyarakat



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026