Logo Header Antaranews Kaltara

Kaltara tingkatkan kompetensi Bahasa Inggris dan Pendidikan Vokasi

Senin, 28 September 2026 21:33 WIB
Image Print
Penandatanganan MoU Program Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris dan Pendidikan Vokasi antara Pemprov Kaltara dan Kedutaan Besar Australia bersama pihak terkait lainnya dilaksanakan di Jakarta, Senin (28/9/2026). (ANTARA/HO-DKISP Kaltara)

Tanjung Selor (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kerja sama pendidikan melalui Program Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris dan Pendidikan Vokasi.

Penandatanganan MoU yang dilaksanakan di Jakarta, Senin tersebut melibatkan Pemprov Kaltara, Kedutaan Besar Australia, Austrade (Komisi Perdagangan dan Investasi Australia di Indonesia), serta Briton English Education di bawah naungan PT. Cahaya Rahmat Edukasi.

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kaltara,” ujar Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang.

Menurut Zainal, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting bagi generasi muda untuk menghadapi persaingan yang semakin terbuka. Terlebih, kata dia, Kaltara memiliki posisi strategis sebagai provinsi yang berada di wilayah perbatasan negara.

Oleh karena itu, dia berharap, kerja sama ini jangan berhenti pada penandatanganan MoU saja. Dia ingin ada program yang nyata, terukur dan berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan dunia pendidikan di Kaltara.

Dalam kesepakatan tersebut, jelasnya, terdapat dua ruang lingkup utama. Pertama, fasilitasi penyelenggaraan Program Sekolah Berbahasa Inggris (SBI) serta pengembangan sekolah unggulan dan yang kedua, fasilitasi kerja sama sekolah berskala internasional melalui program sister school di Kaltara.

Program SBI mencakup pemetaan kompetensi, pengembangan metodologi pengajaran guru berstandar Cambridge English, trainer development, hingga quality assurance. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus memperluas wawasan dan kepercayaan diri peserta didik.

Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar peserta didik lebih mudah menguasainya.

"Kalau kita ambil contoh seperti di Bali yang banyak warganya fasih berbahasa Inggris. Atau di Kampung Inggris Pare di Kediri, Jawa Timur. Bahasa Inggris itu jadi bahasa sehari-hari selain bahasa Indonesia dan bahasa daerah," katanya.

Selain bahasa Inggris, lanjut Gubernur Zainal, kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan pendidikan vokasi dan program ini diarahkan agar pendidikan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan industri.

Dengan penguatan pendidikan vokasi, harap Gubernur Kaltara, lulusan memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis yang relevan sehingga lebih siap memasuki dunia kerja.

Oleh sebab itu diharapkan kerja sama melalui penandatanganan MoU yang dilakukan bersama Pimpinan Briton English Education Sirajuddin Tenri tersebut dapat memberikan manfaat secara merata dan berkelanjutan bagi sekolah, guru dan peserta didik di seluruh Kaltara.

“Dengan pendidikan yang berkualitas, keterampilan yang relevan, dan kemampuan bahasa internasional yang baik, kita ingin generasi muda Kaltara mampu berperan dalam pembangunan dan bersaing di tingkat global,” ujar Zainal.
Baca juga: Gubernur Kaltara akan temui Menkeu baru terkait dana bangun perbatasan
Baca juga: Gubernur Kaltara tegaskan jabatan ASN bukan untuk ajang gagah-gagahan



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026