Logo Header Antaranews Kaltara

TET bantu percepat peningkatan kompetensi literasi dasar di Bulungan

Selasa, 29 September 2026 12:05 WIB
Image Print
Bupati Bulungan Syarwani menyambut baik kunjungan Perwakilan Kemendikdasmen, Kedutaan Besar Australia serta tim program INOVASI ke Kabupaten Bulungan pada 28-29 September 2026. (ANTARA/HO-DKIP Bulungan)

Tanjung Selor (ANTARA) - Bupati Bulungan Syarwani mengatakan sistem pendidikan Teacher Experimental Training (TET) membantu percepat peningkatan kompetensi literasi dasar di Kabupaten Bulungan.

“TET terbukti berdampak dan adaptif. Sistem ini membantu mempercepat peningkatan kompetensi literasi dasar,” ujar Syarwani di Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara).

Oleh sebab itu, ia menyambut baik kunjungan perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kedutaan Besar Australia serta tim program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) ke Kabupaten Bulungan, 28-29 September yang bertujuan melihat langsung implementasi sistem pendidikan TET.

“Saat pandemi, sistem ini membantu menahan learning loss. Kini, kerangka yang sama digunakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan untuk pendidikan inklusif, yaitu membekali guru reguler agar mampu melayani peserta didik berkebutuhan khusus,” katanya.

Syarwani mengungkapkan, ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi dan menimbulkan dampak kabut asap serta kualitas udara jadi tidak baik, Pemkab Bulungan dapat dengan cepat menyelenggarakan belajar dari rumah (BDR) dengan memanfaatkan sistem ini.

Dengan satu sistem, kata Syarwani, dapat berbagai fasilitas tanpa membangun struktur baru. Karena itu, Pemkab Bulungan berharap TET dapat dikaji sebagai model pengembangan guru berbasis gugus yang hemat biaya bagi daerah yang memiliki tantangan geografis, termasuk daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

“Bulungan siap menjadi lokasi belajar bagi kabupaten lain dan kami berharap dukungan untuk memperluas pendekatan ini ke jenjang yang lebih tinggi dan memperkuat kapasitas guru dalam layanan pendidikan inklusif. Termasuk dukungan agar gugus-gugus di wilayah terpencil dapat saling terhubung dan berbagi praktik baik melalui teknologi,” tuturnya.

Syarwani menyebutkan, luas wilayah Kabupaten Bulungan lebih dari 13 ribu kilometer persegi, kurang lebih dua puluh kali luas daratan DKI Jakarta dan Pemkab Bulungan harus melayani guru serta sekolah di wilayah seluas itu dengan sebagian di antaranya hanya dapat dijangkau lewat sungai, sementara kemampuan fiskal terbatas.

“Sistem TET menjadi jawaban untuk dekat dengan guru, berkelanjutan, dan mampu menjangkau seluruh wilayah tanpa menciptakan kesenjangan baru,” ujarnya.

Dijelaskan, TET merupakan sistem peningkatan mutu guru berbasis Kelompok Kerja Guru (KKG) di Gugus Satuan Pendidikan sesuai dengan kondisi wilayah. Guru tidak perlu ke kota untuk belajar, tetapi pembelajaran didekatkan ke tempat guru bertugas melalui KKG di gugusnya, lalu langsung dipraktikkan di kelas.

“Inilah wujud misi ketiga dan kelima kami, layanan dasar yang andal serta pelayanan yang adil dan merata. Jadi guru di Kecamatan Peso yang berada di Hulu Sungai Kayan mendapat kesempatan belajar yang sama dengan guru di Kota Tanjung Selor,” kata Syarwani.

Sistem TET, kata dia, terbukti berkelanjutan, di mana berawal dari kemitraan dengan INOVASI pada Tahun 2017 di dua gugus, kini TET berjalan di 26 gugus dan sepenuhnya dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Program TET juga telah melewati pergantian kepemimpinan, pandemi, dan efisiensi anggaran, tapi sistem ini tetap berjalan.

“Bagi kami, inilah bukti keberhasilan kemitraan yang sesungguhnya yang dimulai bersama mitra, kini menjadi milik dan tanggung jawab daerah,” katanya.

Bupati Bulungan menegaskan, keberhasilan penerapan TET ini adalah buah gotong royong pemerintah daerah, program INOVASI, Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltara, Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Kaltara, Universitas Borneo Tarakan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bulungan, Kementerian Agama, pengawas, kepala sekolah, guru, komunitas belajar, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Baca juga: Pendidik dan pengelola PAUD Bulungan bentengi anak dari pengaruh gawai
Baca juga: Pemkab Bulungan hapus denda PBB P2 peringati Hari Jadi Kabupaten Ke-66



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026